Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (46)

Saksi Yehova

Senin, 30 Desember 2024 05:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekte kepercayaan Saksi Yehova atau Saksi Yehuwa di Medan, pertama kali dikembangkan oleh seorang misionaris Australia, Fran Rice, pada bulan Juli 1931 di beberapa wilayah tertentu di Indonesia.

Yehuwa adalah suatu denominasi Kristen, milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab hingga pada tahun 1931. Agama ini sesungguhnya berasal dari negeriBarat kemudian masuk ke Indonesia menggunakan nama Jehovah’s Witnesses atau Jehovas Zeugen.

Para penganjurnya mencoba merebut pengaruh di dalam masyarakat dengan berbagai cara, termasuk di antaranya menolak doktrin Tri Tunggal karena dalam kitab suci mereka tidak memaparkan keberadaan Tri Tunggal tersebut.

Tentu saja komunitas gereja lain yang tidak sefaham dengannya merasa tersinggung karena Tri Tunggal itu merupakan ajaran dasar yang tidak boleh dihilangkan.

Banyak tokoh gereja keberatan dengan keberadaan Saksi Yehuwa ini dan meminta Pemerintah untuk segera membekukan dan membatasi kegiatan-kegiatannya di dalam masyarakat.

Ajaran-ajarannya dianggap banyak yang menyimpang dan dikhawatirkan menimbulkan keresahan kelompok mayoritas. Atas dasar keberatan ini, maka Saksi Yehuwa dibekukan pada tahun 1976. Tidak lama kemudian masa reformasi muncul, dan Pemerintah kembali mengizinkan Saksi Yehuwa beroperasi kembali.

Baca juga : Aliran Semulajadi

Perkembangannya kemudian, Saksi Yehuwa semakin besar terutama di kota Medan dan kota-kota besar lainnya di wilayah Sumatera Utara.

Kelihatannya, Saksi Yehuwa banyak diminati oleh kelompok umur remaja dan pemuda. Karena penggeraknya, umumnya orang-orang berusia muda.

Maka, wajar jika aliran ini memiliki banyak kreasi yang justru tidak lagi banyak ditemukan di dalam gereja-gereja lain.

Aktivitas dakwah dilakukan dengan face-to-face atau dari rumah ke rumah, mirip dengan aliran tarekat Naqsyabandi. Mereka memiliki media sosial yang amat kuat dan kelihatannya ditangani secara profesional.

Gerakan Saksi Yehuwa, menurut hasil penelitian Puslitbang Keagamaan Kementerian Agama (2012), mencatat sejumlah strategi.

1) Melakukan adaptasi kepada calon penganut Saksi Yehuwa.

Baca juga : Agama Tolotang

2) Melakukan pendekatan secara individu calon penganut. Pendekatan ini bisa langsung, bisa juga berkorespondensi melalui media-media sosial yang online.

3) Membuka diri kepada siapa pun didalam bahasa pergaulan, melakukan bimbingan tes gratis, kursus atau les privat bahasa Inggeris dan pelajaran lainnya.

4) Melakukan proses indoktrinasi terhadap para kader yang sudah bergabung dengan dirinya.

5) Menyebarkan undangan secara terbuka untuk mengikuti seminar dan acara-acara lainnya.

6) Kader yang sudah didoktrin ditugasi untuk menggaet anggota.

7) Membuat ikatan batin dengan para anggota baru dengan cara membaptis secara khusus.

Baca juga : Buhun Orang Kranggan

Strategi tersebut rupanya sangat efektif dan cukup jitu untuk meraih anggota baru. Banyak di antara mereka, anak-anak muda yang mempunyai hobi dalam bidang IT ikut terekrut. Dan mereka inilah yang memberikan penguatan aliran ini.

Wilayah yang jauh tidak lagi menjadi masalah dalam masyarakat dewasa ini. Aliran Saksi Yehuwa dikenal di dunia Barat sebagai kelompok yang datang dari rumah ke rumah untuk mengabarkan berita Kerajaan Yehuwa dan selalu menggunakan Alkitab Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru, sebagai pedoman tertinggi mereka.

Kini diperkirakan jumlah Saksi-saksi Yehuwa di seluruh dunia sekitar 7.965.954 penyiar dan berada di 113.823 sidang, tersebar di 239 negara di dunia per 1 September 2013.

Trend ini memang sangat signifikan. Wajar jika sejumlah Pemerintah dan pejabat berhati-hati menangani persoalan ini. Karena termasuk sensitif, hampir sama sensitifnya dengan menangani ormas-ormas agama tertentu.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Senin, 30 Desember 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (46) Saksi Yehova"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.