Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (45)

Aliran Semulajadi

Minggu, 29 Desember 2024 06:02 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Agama-agama lokal dan aliran kepercayaan di Indonesia kelihatannya mendapatkan angin segar di era pasca reformasi, terutama setelah Pak Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama (2014-2019) memberikan perhatian khusus terhadap kelompok agama-agama dan kepercayaan lokal.

Atas nama HAM, komunitas tersebut kini banyak dibela. Salah satu di antaranya ialah Aliran Mulajadi Nabolon yang didirikan tahun 1911 di Hutatinggi dan Pematang Siantar, Sumatera Utara, oleh sejumlah tokoh seperti Guru Jonggi Pulomorsa, Guru Aji Somolaing Pardede, Raja Mulia Naispospos dan Raja Patik Tampubolon. Dan kini dikembangkan oleh Dr FF Sylvester yang berpusat di Medan. Aliran Mulajadi Nabolon menyebar ke sejumlah kota khususnya di Sumatera Utara. Bahkan ke beberapa wilayah dan negara lain, dibawa oleh para penganutnya.

Baca juga : Agama Tolotang

Perkembangan agama-agama lokal dan aliran kepercayaan dimungkinkan di dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia, terutama setelah reformasi bergulir.

Banyak faham, aliran, bahkan partai yang dahulu tiarap sekarang berani mengibarkan bendera karena mereka merasa terlindungi oleh para penggiat HAM.

Baca juga : Buhun Orang Kranggan

Satu sisi, sesungguhnya hal ini positif sebagai simbol pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Tetapi pada sisi lain sikap mental sebagian warga bangsa, masih sensitif terhadap perubahan. Seolah-olah setiap perubahan berarti ancaman bagi dirinya.

Mencermati keadaan seperti ini, kelompok minoritas ada baiknya menghitung langkah dan strategi di dalam menjalankan misi dakwahnya agar tidak menuai hal-hal yang bersifat kontra-produktif, yaitu berusaha untuk mengaktualkan diri tetapi yang terjadi ketegangan di dalam masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.