Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Beragama dalam Keberagaman (54)
Kepercayaan Dewata Sewwae Bugis-Makassar (Bagian 1)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam Lontara Sangkuru’ Patau’ Mulajaji sering juga digunakan istilah “Puang SeuwaE To PalanroE”, yaitu Tuhan Yang Maha Pencipta). Dengan demikian konsep “Dewata Seuwae” adalah Tuhan YME dan tidak mempunyai wujud biasa seperti makhluknya.
Kepercayaan Attoriolong menganggap Matahari dan Bulan itu sebagai Dewa. Karena itu, sejarah tradisi Bugis juga pernah melakukan pemujaan terhadap Arajang (Bugis) atau Kalompoang (Makassar) yang berarti kebesaran, yaitu melakukan upacara pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap sakti, keramat dan memiliki nilai magis.
Benda-benda tersebut adalah milik raja seperti tombak, keris, badik, perisai, payung, patung dari emas dan perak, kalung, piring, jala ikan, gulungan rambut, dan lain-lain.
Sejumlah peneliti dari Barat seperti Christian Pelras mengungkapkan bahwa kepercayaan orang-orang Bugis-Makassar zaman dahulu pernah menyembah Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang pemujaannya dilakukan pada waktu terbit dan terbenamnya Matahari atau pada saat Bulan tampak pada malam hari.
Baca juga : Hindu Tamil Di Medan
Tempat pemujaannya berbeda dengan kebanyakan aliran kepercayaan di Jawa yang memiliki tempat khusus seperti kuil. Orang-orang Bugis-Makassar memuja di alam terbuka, misalnya melakukan persembahan (sakrifasi) terhadap Dewa Matahari dengan istilah Esso akkarobang (hari persembahan) atau Uleng akkarobang (bulan persembahan).
Kebesaran matahari dan bulan biasa disimbolkan dalam miniatur matahari dan bulan berbentuk perabotan, pajangan, atau alat-alat tertentu yang terbuat dari tembikar, tembaga, bahkan juga dari emas atau perak. Benda-benda seperti ini masih bisa dijumpai di sejumlah pusat-pusat kerajaan Bugis, Makassar, dan Mandar.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Rabu, 8 Januari 2025 dengan judul "Beragama dalam Keberagaman (54), Kepercayaan Dewata Sewwae Bugis-Makassar (Bagian 1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.