Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 8 Januari 2025, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran berjudul “Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Flu Burung dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)”.
Memang, belakangan banyak perhatian tertuju pada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di China yang disebabkan virus influenza A dan Human Metapneumovirus (HMPV).
WHO pun pada 7 Januari 2025, memasukkan isu ini dalam Disease Outbreak News dengan judul “Trends of acute respiratory infection, including human metapneumovirus, in the Northern Hemisphere”, yang dilanjutkan dengan publikasi khusus “Human Metapneumovirus (HMPV)” pada 10 Januari 2025.
Terkait Flu Burung, yang menjadi bagian dari fokus Surat Edaran Kementerian Kesehatan, analisis pertama GISAID tahun 2025 menunjukkan adanya kasus H5N1 (Clade 2.3.4.4b) di Amerika Serikat.
Baca juga : Kementerian BUMN Gelar Workshop Penggunaan AI Untuk Medsos
Virus H5N1 ini di Indonesia dikenal sebagai Flu Burung. Dalam sembilan bulan terakhir, tercatat 66 kasus pada manusia di Amerika Serikat, mayoritas pekerja peternakan dan perdagangan. Salah satu kasus fatal terjadi pada seorang berusia 65 tahun dengan komorbiditas, yang terpapar dari unggas non-komersial dan burung liar (non-commercial backyard poultry and wild birds).
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan adanya perubahan genomik pada kasus di Negara Bagian Louisiana yang berpotensi meningkatkan kemampuan virus H5N1 menginfeksi saluran napas atas manusia.
Mutasi ini, jika menetap, bisa meningkatkan risiko penularan antar manusia. Oleh karena itu, langkah pencegahan agar mutasi tidak menetap, serta pencegahan proses spillover antara unggas, hewan, dan manusia, menjadi sangat penting.
Di Amerika Serikat, jutaan unggas dan hewan di 16 negara bagian sudah terinfeksi H5N1, yang digolongkan sebagai highly pathogenic avian influenza virus (HPAI). Lebih dari 3.200 analisis genom telah dilakukan.
Baca juga : Ditunggu, Peta Biru Program Perumahan Kementerian PKP
Di Indonesia, meski perhatian kini lebih banyak tertuju pada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penting bagi peternakan untuk waspada terhadap H5N1. Nah, karena surat edaran Kementerian Kesehatan mengambil judul tentang flu burung maka tentu akan baik bahwa di kalangan peternakan maka kita bukan hanya waspada terhadap PMK tetapi juga mengadakan analisa dan surveilans tentang kemungkinan H5N1 pada hewan di negara kita pula.
Selain analisis pada hewan, ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat implementasi konsep One Health, yakni upaya bersama memahami dan menangani interaksi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Dengan pendekatan ini, diharapkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penanggulangan ISPA di Indonesia, termasuk pencegahan Flu Burung (H5N1).
Dalam publikasi GISAID terbaru tentang H5N1, juga disinggung pentingnya kesiapan global untuk akses vaksin dan antiviral bagi manusia maupun hewan. Peningkatan kemampuan deteksi, respons, dan pengendalian wabah sangat krusial untuk mencegah H5N1 menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih besar di masa depan.
Baca juga : Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes, Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat, Penerima Rekor MURI April 2024 sebagai penulis artikel COVID-19 terbanyak di media massa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.