Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Moderasi Beragama Di Indonesia (24)
Deradikalisasi = Deislamisasi?
Tausiah Politik
Sebelumnya
Usaha untuk mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran luhur yang sesungguhnya itulah yang dimaksud dengan deradikalisasi. Misi deradikalisasi bukan upaya mengajak orang untuk meninggalkan atau mendisfungsionalisasikan ajaran Islam. Stigma negatif yang dilakukan segelintir oknum yang memperatasnamakan Islam di dalam memperjuangkan keinginannya dengan cara kekerasan tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan ajaran Islam. Misi deradikalisasi berusaha mengembalikan ajaran Islam yang selama ini berada di dalam genggaman kaum radikal.
Disfungsionalisasi ajaran Islam di dalam berbagai aspek kehidupan hanya lantaran adanya stigma negatif maka itulah yang disebut deislamisasi.
Baca juga : Siapa Yang Berhak Menentukan Sesatnya Sebuah Aliran?
Deradikalisasi sama sekali tidak bermaksud untuk menyingkirkan ajaran dan konsepsi Islam di dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Deradikalisasi justru berusaha mengaktualkan nilai-nilai dasar Islam yang menjunjung tinggi hak asasi dan keadilan di dalam masyarakat.
Deradikalisasi ingin mengembalikan citra positif Islam dengan menepis stigma negatifnya melalui pemahaman ulang ajaran agama yang diselewengkan oleh oknum-oknum pengikutnya. Deradikalisasi berusaha menyegarkan kembali nilai-nilai Islam yang selama ini disandera oleh pemahaman yang radikal.
Baca juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik (Bagian 2)
Radikalisme tidak ada tempatnya di dalam Islam. Jika ada penafsiran ayat suci Al-Qur'an atau hadis yang mentolerir radikalisme dan kekerasan maka penafsiran itu harus ditolak. Karena Nabi Muhammad dan para sahabatnya tidak pernah mencontohkan dan memperkenalkan pemahaman seperti itu. Allahu a'lam.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 15 Februari 2025 dengan judul "Moderasi Beragama Di Indonesia (24) Deradikalisasi = Deislamisasi?"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.