Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (61)
Belajar Dari Baitul Hikmah: Perpecahan Dalam Tubuh Dinasti Khan
Jumat, 17 Oktober 2025 05:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ketegangan antara Islam dan Kristen di masa itu semakin parah ketika dibumbui dengan perbedaan kepentingan politik.
Faktor lain yang memicu perpecahan adalah luasnya wilayah kekuasaan Dinasti Mongol, yang membentang dari Tiongkok hingga Eropa Timur. Wilayah sebesar itu sulit dikendalikan secara terpusat, terlebih ketika para cucu Jenghis Khan telah dewasa dan memiliki latar belakang agama serta keluarga yang berbeda-beda. Akibatnya, masing-masing wilayah mulai mengembangkan sistem pemerintahannya sendiri dan lepas dari kendali pusat.
Baca juga : Belajar dari Baitul Hikmah: Awal Kebangkitan Baru
Pada akhirnya, pusat-pusat kekuasaan tersebut menetapkan kedaulatannya masing-masing. Konflik dan perang saudara pun menjadi tak terelakkan.
Dampak dari perpecahan ini adalah terfragmentasinya Kekaisaran Mongol menjadi kekuasaan Khan-Khan semi-merdeka, bahkan ada yang menuntut kemerdekaan penuh. Hubungan diplomatik dan militer antarkekhanan memburuk, hingga mereka saling berperang.
Baca juga : Pasca Hulagu Khan: Pergeseran Peta Kekuatan Intelektual Islam
Dalam situasi semacam ini, muncul kekuatan-kekuatan baru dalam dunia Islam secara sporadis. Misalnya, munculnya Dinasti Timuriyah dan Kesultanan Usmaniyah. Di Persia, bekas wilayah Kekaisaran Persia di masa lalu kembali menjalin solidaritas yang diikat oleh paham Syiah. Sejak saat itulah, peradaban dunia Islam mulai bangkit kembali, terutama di wilayah Persia dan Anatolia.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 17 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (61), Belajar Dari Baitul Hikmah: Perpecahan Dalam Tubuh Dinasti Khan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya