Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (62)
Belajar Dari Baitul Hikmah: Pengaruh Kehancuran Baitul Hikmah
Selasa, 21 Oktober 2025 06:28 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
Sebelumnya
Di samping itu, apresiasi terhadap karya-karya keilmuan oleh pemerintahan dunia Islam, yang kemudian dikuasai oleh Turki Usmani, tidak lagi terfokus pada aktivitas keilmuan, melainkan terkonsentrasi pada penguatan politik dan militer.
Hal ini bisa dimaklumi, mengingat pada masa Turki Usmani, dunia Barat terutama Eropa sudah mulai bangkit dengan prestasi-prestasi sains dan teknologinya.
Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Perpecahan Dalam Tubuh Dinasti Khan
Banyak ilmuwan Eropa yang muncul pada masa pemerintahan Turki Usmani. Sebut saja: Adeleid, Roger Bacon, Martin Luther, Calvin, Copernicus, Kepler, Galileo, Newton, James Watt, Thomas Edison, dan lain-lain.
Dunia Barat juga telah menemukan banyak inovasi sains dan teknologi berskala besar, seperti dapur tekan, mesin cetak, teknik hidrolik, mesin pompa pintal, besi lempeng, dan sebagainya.
Baca juga : Belajar dari Baitul Hikmah: Awal Kebangkitan Baru
Turki Usmani, yang menjadi representasi dunia Islam pada masa itu, tidak berada pada posisi sekuat masa-masa kejayaan Dinasti Abbasiyah, yang selain kuat secara ekonomi juga unggul secara militer dan intelektual.
Belum lagi, sejak awal, pemerintahan Turki telah banyak menimbulkan kontroversi, terutama pada masa-masa akhir kekuasaannya. Isu sekularisme mulai menjadi sorotan utama pemerintahan Turki Usmani, sehingga kepemimpinannya terasa asing bagi dunia Arab.
Baca juga : Pasca Hulagu Khan: Pergeseran Peta Kekuatan Intelektual Islam
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 4, edisi Selasa, 21 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (62), Belajar Dari Baitul Hikmah: Pengaruh Kehancuran Baitul Hikmah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya