Dark/Light Mode

Sosiologi Korupsi (5)

Korupsi Membutakan Mata Hati

Kamis, 8 Januari 2026 06:22 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Kebutaan mata hati sering kali lebih berbahaya daripada kebutaan mata kepala. Jika mata kepala yang buta, mungkin hanya mengakibatkan jidat kita bengkak karena membentur kaca atau tiang, tanpa menyebabkan orang lain turut merasakan sakit.

Namun, jika mata hati yang buta, akibatnya justru akan ditanggung oleh orang lain. Karena itu, semua agama menjadikan pemeliharaan mata hati sebagai salah satu tugas dan fungsi utama ajarannya.

Baca juga : Qabil, Bapak Koruptor di Bumi

Upaya merawat mata hati agar tidak rabun atau buta adalah dengan mengikuti dan memedomani ajaran agama secara baik dan benar. Agama mengajarkan untuk tidak mengambil hak orang lain.

Agama juga tidak membenarkan memperkaya diri dengan cara melanggar ketentuan, serta melarang pemberian sogok (rasywah) dalam menyelesaikan suatu urusan. Tegasnya, agama melarang kita menempuh jalan pintas dengan cara menerobos batas-batas aturan.

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Ketamakan

Pada dasarnya, hampir semua orang mengetahui dan menyadari hal ini. Namun, karena mata hati menjadi buta, banyak orang tetap melanggar batas-batas ajaran agama dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Al-Qur’an mengumpamakan para pelanggar aturan dengan firman-Nya: “Sesungguhnya bukan mata (kepala) yang buta, tetapi yang buta ialah mata hati yang terdapat di dalam dada mereka.” (Q.S. Al-Hajj [22]: 46).

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Keangkuhan

Nabi pun sejak awal mengingatkan kita agar merawat iman sebagai bagian dari pemeliharaan mata hati. Beliau bersabda: “Tidaklah seorang pencuri mencuri dan tidak pula seorang pezina berbuat zina ketika iman masih kuat di dalam dadanya.” Dengan demikian, korupsi tidak mungkin terjadi selama iman masih kuat dan bekerja di dalam dada. Dari ayat dan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa korupsi membutakan mata hati. Jika kita membiarkan diri terbiasa melakukannya, maka dapat dipastikan dunia dan akhirat kita akan menuai badai kehidupan.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 8 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (5) Korupsi Membutakan Mata Hati"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.