Dark/Light Mode

Sosiologi Korupsi (6)

Pemberantasan Korupsi Ala Nabi Syu’aib

Sabtu, 10 Januari 2026 06:02 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Korupsi yang sedemikian kronis dalam umat Nabi Syu’aib seakan menafikan peran dan usaha beliau dalam mengatasi persoalan tersebut. Akibat dahsyat dari korupsi berjemaah itu akhirnya datang juga.

Mereka ditimpa gempa, sehingga bergelimpangan sebagai mayat-mayat di dalam rumah mereka. Orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah belum pernah berdiam di kota itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar merugi (QS Al-A‘raf/ 7:91–92).

Baca juga : Korupsi Membutakan Mata Hati

Pengalaman Nabi Syu’aib mengingatkan kita sebagai umat yang hidup di akhir zaman bahwa sudah saatnya dilakukan pendekatan yang lebih tegas terhadap para pelaku korupsi.

Dampak buruk korupsi ternyata tidak hanya menimpa pelakunya beserta keluarganya, tetapi juga merugikan umat dan warga bangsa lain yang tidak berdosa.

Baca juga : Qabil, Bapak Koruptor di Bumi

Lihatlah bagaimana awan gelap korupsi di langit Madyan tiba-tiba mengamuk dan meluluhlantakkan bukan hanya para pelaku kejahatan, tetapi juga orang-orang baik yang ikut terkena dampaknya.

Jika bala Tuhan muncul sebagai jawaban atas perilaku manusia yang menyimpang jauh dari ajaran dan nilai-nilai kepatutan dalam masyarakat, maka tunggulah azab-Nya akan datang.

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Ketamakan

Ketika azab Tuhan itu turun, yang tertimpa bukan hanya keluarga para pelaku korupsi, tetapi juga orang-orang lain yang tak berdosa, bahkan lingkungan alam pun dapat ikut rusak, sebagaimana dicontohkan dalam kisah umat Bani Israil yang keras kepala itu.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 10 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (6) Pemberantasan Korupsi Ala Nabi Syu’aib"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.