Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Yang dilakukan Nabi adalah penyelesaian secara politik. Mereka yang pernah membantai pasukan Nabi, menjarah harta para sahabat, dan para pelanggar HAM tidak diadili di pengadilan. Sebaliknya, mereka diberi kebebasan dan kemerdekaan yang disimbolkan Nabi dengan kalimat: Antum al-thulaqa (Kalian semua sudah dibebaskan). Artinya, mereka tidak perlu khawatir akan dimintai pertanggungjawaban atas berbagai pelanggaran dan kejahatan masa lalu.
Nabi menegaskan: "Siapa yang masuk di pekarangan Baitul Haram, masuk ke rumah Abu Sufyan, atau masuk ke rumah masing-masing lalu mengunci pintunya, dijamin keamanannya."
Baca juga : Penjatuhan Sanksi Minimum
Bisa saja Nabi mengusut tuntas para pelaku kejahatan dan pelanggar HAM tersebut, namun beliau lebih memilih penyelesaian politik daripada penyelesaian hukum. Hal ini dilakukan Nabi setelah mempertimbangkan untung dan ruginya. Jika diselesaikan secara hukum, maka revolusi Fathu Makkah akan berlangsung lama dan memungkinkan terjadinya rekonsolidasi kekuatan kaum kafir Quraisy. Dengan memberikan pembebasan dan pengampunan, risiko terhadap perjuangan umat saat itu menjadi sangat minim.
Penyelesaian Fathu Makkah ini sangat manusiawi dan mendobrak tradisi perang Arab kala itu yang biasanya mengharuskan laki-laki di negeri taklukan dibunuh dan perempuannya dijadikan budak. Hari itu benar-benar tidak ada balas dendam. Sebuah revolusi tanpa setetes darah pun; revolusi tanpa dendam; revolusi dengan biaya murah; serta revolusi yang melahirkan keutuhan dan kedamaian monumental. Itulah revolusi Nabi.
Baca juga : Kasus Pengecualian Dalam Kisah Nabi Musa
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 16 Februari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (37) Penyelesaian Secara Politik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.