Dark/Light Mode

Politik Dalam Al-Qur’an (9)

Diplomasi Surat Menyurat Nabi

Minggu, 3 Februari 2019 06:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Jika engkau berpaling, maka sesungguhnya bagimu dosa seluruh pengikutmu.” Surat lainnya ke Raja Najasy, penguasa Habasyah (Ethopia), yang diantar langsung oleh Amr bin Umayyah bersama Ja’far bin Abu Thalib bersama teman-temannya.

Baca juga : Sosiologi Dakwah Walisongo

Surat Nabi berisi: “Bismillahirrahmanirrahim, dari Muhammad Rasulullah. Yang mulia Raja Najasyi, aku menyanjungmu, Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, dan Maha Memelihara. Aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah Ruh Allah dan KalimatNya yang ditiupkan kepada Maryam, wanita yang suci (perawan) lagi baik, yang kemudian mengandung Isa. Aku mengajak engkau untuk mengikuti dan mengimani ajaran yang aku bawa. Karena aku adalah utusan Allah. Bersama dengan ini, aku telah mengutus keponakanku, Ja’far beserta sekelompok kaum muslimin untuk menghadapmu. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya”.

Baca juga : Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (1)

Salah satu surat Nabi juga ditujukan kepada Raja Gassan, Jabalah bin Aiham, yang intinya mengajak keluarga kerajaan masuk Islam.

Baca juga : Etika Suksesi (4)

Akhirnya kesan simpatik yang tertuang di dalam surat Nabi yang didukung oleh keramahan sang pembawa surat, maka Raja Gassan bersama keluarganya menyatakan diri masuk Islam. Nabi juga mengirim surat kepada Raja Thaif itu melalui sahabat Nabi, Jarir bin Abdillah, yang disampaikan langsung kepada Raja Thaif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.