Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Asumsi bahwa manusia sebagai homo sapiens (spesies yang berpikir) ternyata oleh kalangan ilmuwan dinilai kurang tepat. Temuan baru menunjukkan bahwa porsi intelektualitas manusia hanyalah bagian kecil dari keseluruhan kecerdasan yang dimilikinya. Para ilmuwan mengemukakan adanya tiga bentuk kecerdasan dalam diri manusia, sebagaimana dipopulerkan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. Selain kecerdasan intelektual (Intellectual Quotient atau IQ) dan kecerdasan emosional (Emotional Quotient atau EQ), terdapat pula kecerdasan ketiga yang disebut Spiritual Intelligence (SI). Di Indonesia, konsep ini dipopulerkan oleh Ary Ginanjar dengan istilah Spiritual Quotient (SQ).
IQ merupakan kecerdasan yang diperoleh melalui kreativitas akal yang berpusat di otak. EQ adalah kecerdasan yang berkembang melalui pengelolaan emosi yang berpusat dalam jiwa. Sementara itu, SQ merupakan kecerdasan yang bersumber dari kreativitas rohani yang berpusat pada dimensi spiritual manusia.
Kita dapat saja memperdebatkan ketiga kategori ini. Namun, dalam tulisan ini akan difokuskan pada SQ sebagai kecerdasan ketiga manusia. Tiga aktivitas kreatif tersebut mengingatkan kita pada konsep struktur kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud (1856–1939), yaitu id, ego, dan superego.
Baca juga : Antara Hukama dan Kuhana
Id merupakan sumber dorongan biologis yang dibawa sejak lahir. Ego bekerja dalam ranah rasional untuk mengendalikan dorongan agresif dari id, sekaligus menengahi antara keinginan subjektif individu dan tuntutan realitas sosial.
Sementara itu, superego berfungsi sebagai aspek moral dalam kepribadian, yang mendorong manusia menuju kesempurnaan hidup, melampaui sekadar pencarian kesenangan dan kepuasan.
Meskipun tidak sepenuhnya identik, IQ dapat diasosiasikan dengan id, EQ dengan ego, dan SQ dengan superego. Memiliki IQ tinggi bukanlah jaminan kesuksesan. Tidak jarang ditemukan individu dengan IQ tinggi yang gagal meraih keberhasilan, sementara mereka yang memiliki IQ sedang justru mampu mencapai kesuksesan karena didukung oleh kecerdasan spiritual yang kuat.
Baca juga : Antara Epistemologi Sains dan Agama
Namun demikian, SQ tidak bekerja secara terpisah. Efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan kualitas IQ serta EQ. SQ sulit berkembang tanpa EQ, dan EQ tidak akan optimal tanpa IQ. Sinergi ketiga kecerdasan ini dikenal sebagai multiple intelligences, yang bertujuan membentuk manusia seutuhnya (al-insan al-kamil).
Dalam konteks pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan, internalisasi ketiga bentuk kecerdasan ini menjadi sangat penting. Hal ini semakin relevan bagi bangsa kita yang tengah menghadapi tantangan krisis karakter dan pembentukan jati diri generasi muda. Kurikulum 2013 yang telah disosialisasikan diharapkan mampu mengakomodasi integrasi ketiga kecerdasan tersebut.
Dalam Al-Qur’an, ketiga bentuk kecerdasan ini tidak dijelaskan secara eksplisit, namun dapat ditelusuri melalui sejumlah konsep kunci. Ketiga kecerdasan tersebut dapat dihubungkan dengan tiga unsur utama dalam diri manusia, yaitu jasmani yang berkaitan dengan IQ, nafsani yang berkaitan dengan EQ, dan rohani yang berkaitan dengan SQ. Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia terdiri atas unsur jasmani, nafsani, dan rohani, sebagaimana tergambar dalam beberapa ayat, antara lain Q.S. Al-Mu’minun/23:12–14.
Baca juga : Epistemologi Khidir dan Nabi Musa
Istilah khalqan akhar dalam ayat tersebut dapat diasosiasikan dengan dimensi kecerdasan spiritual atau unsur lahut dalam perspektif tasawuf, yang menjadi penanda keunikan dan kesempurnaan penciptaan manusia.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 6 April 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (15) Kecerdasan Ketiga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.