Dark/Light Mode

Kajian Teosofi (17)

Teomorfisme Manusia Dan Pertolongan Tuhan

Rabu, 8 April 2026 06:16 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sebagai makhluk teomorfis, manusia tidak boleh berperilaku sombong, angkuh, dan ujub, karena Tuhan Maha Mengetahui kelemahan mendasar manusia. Sebaliknya, manusia juga tidak boleh bersikap pesimistis dan rendah diri (underconfident), karena ia merupakan satu-satunya makhluk yang memperoleh kepercayaan dan kelebihan yang besar dari Tuhan.

Baca juga : Teomorfisme Manusia

Sikap yang paling tepat bagi manusia adalah bersikap optimistis (al-raja’) yang diimbangi dengan rasa takut (khauf), serta dipandu oleh sikap tawadhu’ dan mawas diri. Untuk meraih cita-cita hidup, manusia perlu bersinergi dengan berbagai kekuatan di luar dirinya. Manusia tetap perlu berdoa dan menghadirkan pertolongan Tuhan dalam setiap aktivitasnya.

Baca juga : Kecerdasan Ketiga

Usaha keras manusia bukanlah jaminan keberhasilan. Banyak usaha yang telah dilakukan secara maksimal, namun tidak selalu membuahkan hasil sesuai rencana. Hal ini menunjukkan bahwa sehebat apa pun manusia, ia tetap memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh menjadi bangga dan angkuh, yang tercermin dalam ketidaktaatannya terhadap perintah dan larangan Tuhan.

Baca juga : Antara Hukama dan Kuhana

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 8 April 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (17) Teomorfisme Manusia Dan Pertolongan Tuhan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.