Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmikan 5 Bendungan, Prabowo Yakin RI Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia
- Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
- Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
- Serba Hitam, Bupati Sukoharjo yang di-OTT Tiba di Gedung KPK
- Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Pelajar menunjukkan bela negara melalui kesungguhan belajar, kedisiplinan, semangat berprestasi, dan menjauhi penyalahgunaan narkotika maupun perilaku menyimpang. Mahasiswa mengimplementasikan bela negara melalui riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan keberanian menyampaikan gagasan yang konstruktif. Kalangan akademisi memperkuat bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Para pelaku usaha menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas nasional, dan memperkuat daya saing industri dalam negeri. Sementara itu, masyarakat luas berkontribusi dengan menjaga toleransi, menghormati keberagaman budaya, memelihara lingkungan hidup, serta mendukung penggunaan produk-produk nasional sebagai bentuk keberpihakan terhadap perekonomian Indonesia. Semua bentuk pengabdian tersebut merupakan implementasi nyata dari ketentuan Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, yakni bela negara melalui pengabdian sesuai profesi.
Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Transformasi Hukum, Industri Digital, Dan Persaingan Global
Bersamaan pula aparatur sipil negara memiliki tanggung jawab yang tidak kalah besar dalam mewujudkan bela negara melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel. Integritas birokrasi merupakan salah satu benteng utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap negara. Korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta rendahnya kualitas pelayanan publik bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap semangat bela negara karena melemahkan kapasitas negara dalam melayani rakyat. Oleh karena itu, reformasi birokrasi harus dipandang sebagai bagian integral dari implementasi nilai-nilai bela negara yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Kemajuan teknologi digital juga membuka ruang baru bagi aktualisasi bela negara. Dunia maya telah menjadi arena strategis yang memengaruhi opini publik, stabilitas sosial, bahkan keamanan nasional. Literasi digital, etika bermedia sosial, dan kemampuan berpikir kritis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bentuk bela negara pada era transformasi digital.
Baca juga : Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil
Kedaulatan sebuah bangsa kini tidak hanya dipertahankan di wilayah darat, laut, dan udara, tetapi juga di ruang siber yang semakin menentukan arah kehidupan masyarakat modern. Juga kedaulatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militernya, melainkan oleh kualitas manusia yang menjadikan cinta tanah air sebagai kompas moral dalam setiap tindakan. Inilah makna bela negara yang sesungguhnya: sebuah pengabdian tanpa henti untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat, bersatu, maju, adil, dan sejahtera sepanjang zaman.
Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati Geopolitik, dan Geostrategi, serta Manajemen Pemerintahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya