Dark/Light Mode

Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI

Senin, 13 Juli 2026 08:02 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Penguatan kapasitas Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), peningkatan koordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta percepatan pembentukan regulasi keamanan dan ketahanan siber menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Hal ini agar Indonesia memiliki sistem perlindungan digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penguatan sistem pertahanan juga harus didukung oleh kemandirian industri pertahanan nasional. Ketergantungan yang terlalu besar terhadap impor alutsista berpotensi menimbulkan kerentanan ketika terjadi konflik internasional atau gangguan rantai pasok ­global. Oleh karena itu, kebijakan ­modernisasi pertahanan perlu diiringi ­dengan penguatan riset, inovasi, ­transfer teknologi, serta pening­katan kapasitas industri strategis ­nasional.

Baca juga : Bela Negara Menjadi Tugas Bersama Mewujudkan Kedaulatan NKRI

Pada saat yang sama, diplomasi pertahanan tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Kerja sama pengadaan pesawat tempur Rafale dari Prancis, kapal ­perang Multi Role Combat ­Vessel dari Italia, maupun pengembangan teknologi pertahanan ber­sama Turki menunjukkan bahwa Indonesia terus memperkuat kapasitas pertahanannya tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Diplomasi pertahanan yang seimbang akan memperkuat efek tangkal, ­sekaligus mening­katkan ­kepercayaan internasio­nal terhadap Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada perdamaian.

Meski demikian, sebesar apa pun anggaran pertahanan yang dialokasikan pemerintah tidak akan menghasilkan kekuatan nasional apabila tidak dibarengi dengan tumbuhnya kesadaran bela negara di tengah masyarakat. Pertahanan modern bukan hanya tanggung jawab prajurit yang bertugas di garis depan, tetapi juga menjadi ­tanggung jawab warga negara dalam menjaga persatuan, menangkal ­penyebaran hoaks, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat ketahanan sosial terhadap berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa. Dalam konteks inilah nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, dan ­nasionalisme menjadi benteng moral yang ­melengkapi kekuatan fisik ­negara.

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Transformasi Hukum, Industri Digital, Dan Persaingan Global

Menjaga kedaulatan ­Negara Kesatuan Republik Indonesia menuntut kewaspadaan yang tidak pernah berhenti. ­Ancaman akan terus berubah meng­ikuti perkembangan tek­­nologi, ­dinamika geopolitik, dan ke­pentingan global. Karena itu, ­Indonesia harus terus memperkuat sistem per­ta­hanan dan keamanan secara terpadu melalui modernisasi alutsista, ­penguatan intelijen, pem­bangunan ­keamanan ­siber, pengembangan industri ­per­tahanan nasional, diplomasi yang adaptif, serta partisipasi aktif seluruh komponen bangsa.

Kedaulatan tidak hanya di­­pertahankan dengan senjata, tetapi juga dengan ke­was­­pa­daan, persatuan, dan kemam­puan negara membaca setiap perubahan zaman. ­Bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang cerdas dan selalu siap ­waspada ­untuk menghadapi setiap ­ancaman dari luar maupun dari dalam negeri –termasuk mewaspadai kegiatan intelejen asing di dalam negeri— serta, tetap pada arah peta jalan tujuan nasional tanpa kehilangan arah, jati diri, dan kepentingan ­nasionalnya.

Baca juga : Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati ­Geopolitik, dan Geostrategi, serta ­Manajemen Pemerintahan. Dan Alumni US FACOM (sekarang INDO-PASIFIK) Tahun 2002.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.