Dark/Light Mode

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (17)

Menciptakan Rasa Aman

Rabu, 13 Februari 2019 05:47 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Riwayat lain dari ‘Aisyah ra (W.58H) menceritakan sekelompok Yahudi datang kepada Nabi sambil mengatakan: “Assamu alaikum” (kebinasaan atasmu), lalu Aisyah menjawab: “Wa'alaikumussam wa al-la’nah” (atasmu juga kebinasaan dan laknat).

Mendengarkan isterinya menjawab salam seperti itu, maka Nabi menegur: Pelan-pelan wahai Aisyah, sesungguhnya SWT menyukai kelembutan dalam setiap perkara”.

Aisyah membela: “Apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka katakan kepadamu?” Nabi menjawab: “Engkau telah menjawab dengan kata wa’alaikumussam”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga : Menegakkan Keadilan

Dalam satu riwayat disebutkan Umar ibn Khaththab pernah disalami seorang non muslim dalam perjalanan di tengah padang pasir. Salam orang itu ialah: Asamu'alaikum (kebinasaan atas kalian).

Umar menghunus pedangnya dan membunuh orang itu. Sahabat yang menyertainya kaget dan bertanya, kenapa engkau membunuh orang yang menyalamimu? Umar menjelaskan, apakah kalian tidak perhatikan ucapannya yang mengatakan: Assamu'alaikum?

Dari keterangan dalil-dalil di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah memberi salam atau menerima salam kepada atau dari umat non muslim, jika itu dengan niat yang baik serta sesuai ucapan salam yang lumrah diucapkan, seperti ucapan salam yang bersifat generic, umum, atau salam universal, semisal Selamt Pagi, Selamat Siang, Selamat Malam, dan Salam Sejahtera.

Baca juga : Tidak Boleh Menghina Dan Menelantarkan Non Muslim

Namun perbedaan pendapat muncul manakala memberi salam dengan menggunakan simbol salam agama masing-masing untuk komunitas lain.

Sebagian ulama berpendapat boleh memberi atau menjawab salam dengan salam standar muslim kepada atau dari umat non muslim dengan keyakinan makna generic salam itu adalah salam universal.

Apalagi lafad: “Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” yang dianggap sudah menjadi salam nasional untuk bangsa Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.