Dark/Light Mode

Boyamin, Bintang Pendobrak Skandal DjokTjan!

Kamis, 6 Agustus 2020 08:59 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana
Pengamat politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Bukan Kejaksaan Agung, bukan pula Polri, apalagi kantor Polhukam, petinggi negara pun bukan yang membangunkan kita semua untuk menangkap manusia bernama Djoko Tjandra alias Djoktjan. Jadi, siapa gerangan yang mendobrak skandal Djoktjan?

Ia bernama Boyamin Saiman yang sejak 20 tahun yang lalu rajin meneriakkan keadilan hakiki (beda dengan keadilan palsu). Sosok inilah yang selama 2 (dua) bulan bekerja keras secara “jibaku” mengoyak-oyak aparat penegak hukum-mulai dari Imigrasi, Polri, Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Imigrasi, komunitas advokat, pengadilan, ...... sampai ke instansi level paling bawah yang bernama Kelurahan. Semua dibuka kedoknya oleh Boyamin, sehingga pat-gulipat seputar skandal Djoktjan, akhirnya, terbongkar, untuk sementara. Memang baru sementara, sebab ending finalnya masih jauh, masih belum tentu terwujud, apakah sesuai dengan keadilan hakiki atau tidak!

Berita Terkait : RUU BPIP Nyaris Copy Paste Perpres BPIP

Boyamin memang sosok yang “gemar” malang-melintang mendobrak kasus-kasus hukum yang menurutnya beraroma tidak adil atau mempermainkan hukum.

Tahun 1993, Boyamin sudah memimpin aksi unjuk-rasa dan ditangkap polisi (detik.com 9/8/2019). Ketika itu ia baru duduk di bangku kuliah semester 3. Dua tahun kemudian, dia terlibat dalam aksi-aksi membela korban penggusuran Waduk Kedung Ombo, Boyolali, kasus besar pada masa Orde Baru. Alhasil, Boyamin pun dikejar-kejar aparat keamanan. Ia bahkan memimpin Golput Kedung Ombo. Namanya masuk DPO Kodam Diponegoro. Setahun kemudian, ia aktif berdemonstrasi menggulingkan Presiden Soeharto. Wajahnya sering tampak sedang berorasi di depan orang banyak.

Berita Terkait : Atase Pertahanan Bukan Di Bawah Kemenhan

Tahun 2012, Boyamin kembali ditangkap polisi karena memperkarakan proyek Bank Dunia di Jambi.

“Nakal” dan nekad memang anak muda ini. Pengadilan Negeri Semarang pernah mempolisikan Boyamin gara-gara tindakannya menempelkan stiker berbunyi ‘Bangunan Ini Bukan Milik Negara’ di gazebo pengadilan. Ia berani mendatangi kantor polisi untuk diperiksa.
 Selanjutnya