Dewan Pers

Dark/Light Mode

Reshuffle Kabinet Dan Kicauan Survei (2)

Jumat, 16 April 2021 05:46 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana
Anggota Komisi Konstitusi MPR 2004

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagaimana IPO menjaring persepsi masyarakat tentang kementerian dan menteri yang paling populer, kementerian yang bakal jadi sasaran perombakan, menteri yang jelek kinerjanya, dan menteri yang layak dicopot?

Di tengah situasi sosial yang memprihatinkan, penuh gaduh, penuh peristiwa kriminal, penuh gonjang-ganjing karena pandemi Corona dan bermacam-macam bencana alam (gempa bumi, banjir, tanah longsorn dan lain-lain), apakah rakyat masih bisa memberikan opininya dengan jernih tentang kinerja Kementerian dan kinerja menteri? Saya sungguh ragu!

Berita Terkait : Reshuffle Kabinet Dan Kicauan Survei (1)

Ingat, polling atau survei yang bisa dipecaya dan jitu hasilnya harus memenuhi dua persyaratan pokok, yakni realiability dan validity. Lalu, siapa populasi dan sampelnya, bagaimana sampel dijaring, bagaimana pertanyaan disusun, kapan responden ditanya (timing yang berbeda tentu akan membuahkan hasil yang berbeda) dan masih variabel lagi.

Bikin polling yang profesional amat beda dengan bikin pisang goreng yang bisa cepat dan diproduksi massal.

Berita Terkait : NEGARA SEDANG BOKE MAU BANGUN IBU KOTA BARU

Coba perhatikan secara saksama beberapa hasil polling IPO itu. Menteri yang paling populer dikatakan Menhan Prabowo Subianto (56%), sementara Sri Mulyani masuk menteri paling populer juga, tapi angkanya cuma 29%. Aneh kan?
 Selanjutnya