Dark/Light Mode

Melawan Virus Rajamala

Senin, 21 Juni 2021 06:02 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyebaran Covid-19 yang begitu cepat dan masif karena virus tersebut pandai memanfaatkan sifat sosial kita. Sebagai makhluk sosial kita sukanya ngumpul dan ngrumpi ketemu orang. Imbauan agar tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebaran Covid tidak digubris. Seperti larangan mudik beberapa waktu lalu kurang mendapat tanggapan positif dari masyarakat kita. Akibatnya pascalibur lebaran beberapa daerah mengalami lonjakan serius. Sudah saatnya menggunakan strategi sosial dan budaya untuk meredam ganasnya Covid-19. Selain tetap berpegang kepada ilmu kedokteran dan managemen publik serta penggunaan data yang valid tentunya.

“Pantesan banyak yang ogah-ogahan untuk diajak lockdown lagi, Mo,” celetuk Peruk cengengesan. Romo Semar hanya mesem mendengar komentar anaknya Petruk. Semar kurang tidur semalam. Semenjak ada siaran langsung Euro 2021, Romo Semar rajin begadang melihat tim kesayangan berlaga. Hal ini untuk membuat hati tetap semangat dan bergembira di tengah pandemi yang tidak kunjung pergi. Ubi rebus dan kopi pahit selalu setia menemani sarapan pagi Romo Semar. Kepulan asap rokok klobot dan klembak menyan membawanya ke zaman Wirata Parwa. Ketika para Pandawa melakukan under cover untuk menghadapi ganasnya virus Rajamala.

Baca juga : Durna Dan Falsafah Ember

Kocap kacarito, Kerajaan Wirata sedang dilanda pagebluk atau balak. Para kawula susah makan dan terjangkit berbagai penyakit. Keadaan ekonomi Wirata morat-marit ibarat larang sandang dan larang pangan. Banyak para kawula mengalami sakit dan mati dadakan. Ibaratnya pagi mengalami sakit sore meninggal dunia. Sore menderita sakit paginya pralaya. Konon pagebluk di kerajaan Wirata disebabkan oleh ulah Rajamala yang ingin menuntut balas kepada Prabu Matswapati.

Rajamala adalah jelmaan penyakit kulit yang pernah menyerang Dewi Setyawati atau Durgandini anak Prabu Matswapati. Keluarga kerajaan Wirata bertahun tahun terjangkit penyakit kulit akut. Upaya tabib kerajaan untuk mencari obat penawar tidak berhasil. Berbagai dukun dan ahli tenung dikerahkan untuk mengobati penyakit tapi tidak membuahkan hasil. Sampai suatu hari datanglah Bambang Palasara brahmana muda dari pertapaan Sapta Arga. Palasara berhasil mengobati penyakit kulit Wirata.

Baca juga : Perilaku ``Nggege Mongso`` 

Pada saat Palasara mengobati penyakit Dewi Setyawati ada keanehan yang terjadi. Virus kecil yang bersemayam di tubuh sang Dewi tiba-tiba mutasi berubah wujud menjadi manusia berkepala raksasa. Palasara bingung dan tidak sempat menangkapnya. Manusia setengah raksasa keburu melarikan diri ke hutan. Manusia jadi-jadian tersebut oleh Palasara diberi nama Rajamala. Raja artinya pemimpin dan mala artinya petaka.

Setelah lama berselang bahkan kawula Wirata sudah melupakan peristiwa pagebluk yang menimpa kerajaannya. Kehidupan Wirata sudah kembali ke normal. Tapi sayangnya para pangreh praja cenderung hidup dalam kemewahan dan lupa kepada rakyatnya. Perilaku elite kerajaan juga berubah total menjadi adigang, adigung, dan adiguna. Berperilaku sombong dan mau menang sendiri. Rajamala muncul di saat para elite berperilaku menyimpang dari kebenaran.

Baca juga : Ngayom Dan Ngayomi

Rajamala dapat dikalahkan oleh Bima. Kebetulan para satria Pandawa sedang menyamar sebagai rakyat biasa di Wirata. Pandawa menyamar setahun sebagai syarat kebebasannya setelah kalah main dadu dengan Kurawa. Pandawa sigap mengatasi pagebluk Wirata yang ditriger oleh Rajamala beserta dua variannya yakni Rupakenca dan Kencarupa.

“Virus Rajamala muncul di saat para elite Wirata alpha, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul Tole, pagebluk adalah ujian untuk mengingatkan kita semua. Kalau kita lulus menghadapi ujian tersebut maka drajat kehidupan kita akan meningkat. Untuk itu kita harus tetap bersabar, berikhtiar dan menebar kebaikan untuk menumbuhkan jiwa sosial kita,” ucap Semar. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.