Dark/Light Mode

Peran Politik Santri Dalam Lintasan Sejarah (4)

Peran Politik Santri Pra Kemerdekaan (2)

Minggu, 8 Agustus 2021 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Hal ini terbukti, setelah Jepang mengalami kekalahan dalam perang Pasifik, mereka yang terlibat dalam kepengurusan Masyumi tetap memainkan peranan penting dalam kehidupan politik Indonesia.

Baca juga : Peran Politik Santri Pra Kemerdekaan (1)

Di Jawa, ketika Belanda melakukan intervensi yang lebih ke dalam pengaturan politik intern kekratonan, tampillah Diponegoro, yang dengan sadar mengatakan bahwa perjuangan bertolak dari rasa perlawanan terhadap situasi politik yang telah mengingkari Islam.

Baca juga : Peran Politik Santri Pra Kemerdekaan (1)

Demikian juga Perang Paderi di Sumatera Barat, yang pada mulanya merupakan perang antara kelompok agama dan kelompok adat sebagai upaya memurnikan agama Islam dari tahayul dan khurafat, kemudian berubah menjadi perang antara kaum Paderi dengan kolonialisme Belanda setelah Belanda menginjakkan kekuasaannya di Sumatera Barat.

Baca juga : Lingkungan Politik Santri (3)

Perang Paderi dengan semangat keislaman diidentifikasi dengan nasehat Imam Bonjol kepada putra-putranya —ketika ia akan dibuang—agar mereka selalu menjadikan tauhid sebagai pegangan hidup. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.