Dark/Light Mode

Kepala BPOM Penny K Lukito: Waspada, Obat Pelangsing Dan Obat Kuat Bekas Banyak Dijual Online

Kamis, 15 November 2018 09:31 WIB
Kepala BPOM Penny K Lukito: Waspada, Obat Pelangsing Dan Obat Kuat Bekas Banyak Dijual Online

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagi Anda yang hobi belanja secara online, kudu lebih waspada, apalagi saat belanja obat-obatan. Sebab, baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan gudang obat bekas. Obat-obat bekas itu biasa dipasarkan secara online. Berikut penjelasan Kepala BPOM, Penny K Lukito.

Berapa besar nilai kerugian dari peredaran kosmetik serta obat-obatan ilegal yang berhasil diungkap BPOM?
Karena saat ini ada peraturan yang terkait dengan pemasukan yang tidak dilakukan di border ,melainkan hanya dilakukan di post border, ternyata menimbulkan satu potensi bahaya. Karena banyak sekali produk yang beredar tanpa izin edar maka produk tersebut kemungkinan berbahaya. Jadi tidak dilihat dulu apakah itu (produk) aman atau ada manfaatnya. Jadi (produk) yang beredar masuk setelah post-border tidak ada pengawasan di border kemudian dijual melalui online. Nah yang seperti ini yang membahayakan.

Langkah konkret BPOM untuk mencegahnya bagaimana?
Maka dari itu BPOM lebih mengintensifkan berbagai upaya pengawasan di deputi masing-masing. Terutama di Deputi Penindakan BPOM. Beberapa waktu lalu saja BPOM mendapatkan produk obat bekas dari satu koperasi. Parahnya isinya itu ada obat tenang, kosmetik, obat langsing, obat kuat, dan itu semua diedarkan secara online.

Baca juga : Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra: Jadi Kuasa Hukum Jokowi Bukan Putusan Ideologi

Selain itu?
Kami juga bekerja sama dengan Asosiasi Jasa Pengiriman Barang (ASPERINDO). Jadi kami berterima kasih kepada semua pihak yang turut andil, mengingat ini menjadi tugas kita semua agar kita semakin berkembang. Tentunya asosiasi memiliki kewajiban untuk menata para anggotanya supaya tetap memeriksa produk yang diedarkan semacam apa. Jangan sampai ada potensi bahaya. Apalagi sekarang dengan adanya post-border (setelah masuk baru dilakukan pengawasan) maka kami lakukan upaya seperti post-market. Jadi kemungkinan bahaya itu sudah diedarkan melalui online.

Selain kerja sama dengan ASPERINDO, BPOM kerja sama dengan lembaga apa lagi. Mungkin ada satgas yang bertugas menangani hal ini?
Ya deputi penindakan memiliki unit khusus yang selalu memantau dan biasa kami sebut cyber patrol. Tentunya kami bekerjasama dengan kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kepolisian juga punya unit tersendiri (untuk hal ini). Maka kami berupaya semaksimal mungkin (mencegah produk-produk bahaya masuk ke Indonesia) mengingat mati 10 terus tumbuh lagi.

Apakah BPOM juga mengimbau agar para konsumen cerdas sebelum membeli produk?
Jadi sebenarnya itu harus ada kekuatan dari konsumen atau pengetahuan konsumen harus tinggi. Kalau tidak ada yang membeli kan lama-lama (produk berbahaya) juga mati. Sehingga hal ini menjadi penting bagi BPOM untuk mengedukasi masyarakat.

Baca juga : Dubes Saudi: Rizieq Dapat Atensi Dari Pemerintah Arab Saudi

Apakah BPOM juga bekerjasama dengan e-commerce (Seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada) untuk pengetatan produk-produk berbahaya yang mereka pasarkan?
Kami sudah koordinasi.

Ada MoU-nya?
Masih dalam proses meski sudah ada beberapa tahapan. Ke depan saya pastikan ada MoU dengan market place. Maka dari itu koordinasi jangan berhenti sekali artinya harus dilanjutkan dengan MoU. Lalu juga intensif komunikasi sehingga kami bersama mampu melindungi masyarakat.

Beberapa barang yang BPOM amankan dari luar negeri. Lantas penindakannya seperti apa?
Sama juga dengan di pabrik wanita ada produk-produk dari berbagai negara atau berasal dari luar negeri yang kami laporkan ke Post-Marketing Alert System (PMAS). Jadi ada satu forum namanya PMAS yang menaungi negara-negara ASEAN. Setelah itu kami monitoring lalu kami saling lapor. Jadi adanya e-commerce ini menjadi border line untuk produsen online memasarkan produknya.

Baca juga : Kepala BPTJ Bambang Prihartono: ERP Siap, Ganjil Genap Hilang

Bagaimana mengetahui produk yang akan dibeli masyarakat bahwa itu ilegal?
BPOM memiliki aplikasi Cek BPOM. Bisa di-download oleh siapapun melalui HP masing-masing. Lalu, ketik nama atau izin edar atau juga nomor nama perusahaan dan nama produk. Nanti terlihat, produk yang mau dilihat terverifikasi BPOM atau tidak.

Data BPOM, peredaran produk menurun atau meningkat?
Ada penurunan. Penurunan ini kemungkinan ada kekhawatiran dari perusahaan-perusahaan mengingat BPOM gencar mengawasi. Apalagi, ada empat deputi yang baru saja dibentuk. Nah mungkin ada efek seperti itu terhadap perusahaan-perusahan yang mau nakal.  [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.