Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berani Speak Up Dan Laporkan KDRT, Juliana Dijempoli Menteri PPPA
Sabtu, 25 November 2023 23:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kisah pengemudi ojek online (ojol) asal Aceh, Juliana, yang berani mengungkapkan dan melaporkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya, mendapat perhatian khusus dari Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Akrab dipanggil Yuli, ibu satu anak ini memulai perjuangannya sendiri setelah sepeninggalan almarhum suaminya pada tahun 2011.
Berbagai usaha ia tekuni demi memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga anaknya bisa menempuh jenjang perguruan tinggi.
Namun, jalan itu bukan tanpa hambatan. Saat menikah kembali enam tahun lalu, dia mengalami KDRT yang dilakukan suaminya.
“Mungkin namanya juga orang sudah tidak ada akal, jadi pada saat itu sudah kesekian kali dia melakukan kekerasan bahkan ke anak saya juga,” kisah Yuli.
Baca juga : Orang Pesantren, Ganjar Didoakan Ribuan Santri Deli Serdang Jadi Presiden
Di Aceh, kota yang kental dengan syariat Islam, isu KDRT dan perceraian masih dianggap tabu.
Yuli sendiri sering mendapatkan saran dari sekelilingnya untuk bertahan dalam ikatan pernikahannya. Namun, dirinya memilih untuk berjuang atas hak-haknya.
“Anak menurut saya adalah nomor satu, hal itu yang semakin mendorong saya untuk mengakhiri ini semua. Saya kemudian dibantu juga oleh teman-teman untuk mengadukan tindak KDRT ini ke TP2A,” tukas Yuli.
Setelah melalui prosedur pengaduan, pelaku ditindaklanjuti hingga sampai ke proses penahanan.
Di samping menarik ojek, Yuli memiliki usaha sampingan yakni berdagang jamu kesehatan dan jasa terapi atau pijat.
Baca juga : Hanura Dizalimi Oknum Pendukung Prabowo
Modal usaha ini ia dapatkan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar sejak empat tahun lalu.
Menjadi nasabah PNM Mekaar yang inspiratif, Yuli diundang pada giat Roadshow Peringatan Hari Ibu ke-95 pada Rabu (22/11/2023) yang diselenggarakan PNM bersama KPPPA, di Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA).
Kesempatan ini membawa Yuli bertemu dengan Menteri I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Decak kagum diutarakan Menteri Bintang melihat Yuli yang berani melawan stigma demi hak-haknya sebagai perempuan.
“Ibu Menteri bilang, beliau kagum karena saya sudah berani melawan KDRT yang menimpa saya dan anak saya,” ungkap Yuli dengan senyum lebar.
Baca juga : Demokrat Pasti Senang Kalau AHY Jadi Menteri
“Sebagai perempuan kita harus percaya akan kekuatan diri kita sendiri. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” tutur Juli.
Kepala Sekretariat Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary menerangkan, PNM berada pada garis depan dalam memberdayakan kaum perempuan.
“PNM selalu ada untuk membantu kaum perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” tuturnya.
Ia berharap, dengan bertambah baiknya kehidupan ekonomi, maka akan memperbaiki kondisi sosial dan lingkungannya.
“Untuk perempuan Indonesia, PNM terus membantu memberikan modal finansial, intelektual dan modal sosial,” tandas Dodot.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya