Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Doktor Gatam Institute Eka Hospital Temukan Alat Bantu Koreksi 3 Dimensi Skoliosis Idiopatik Remaja
Sabtu, 6 Januari 2024 09:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu tim Dokter Gatam Institute Eka Hospital resmi meraih gelar Doktor dan berhasil menemukan Scoliocorrector Fatma-UI, sebuah alat bantu koreksi skoliosis secara tiga dimensi.
Promosi Doktor diberikan kepada Dr. dr. Phedy, SpOT (K) Spine-Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD yang menjalani sidang terbuka promosi Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (4/1/2024).
Dalam sidang terbuka tersebut Dr. dr. Phedy, SpOT (K) Spine memaparkan disertasinya yang berjudul Scoliocorrector Fatma-UI (SCFUI) sebagai Alat Bantu Koreksi Skoliosis Idiopatik Remaja dengan Prinsip Translasi Posteromedial: Inovasi Alat, Analisis Efektivitas, Luaran Fungsional dan Keamanan.
Dr. Phedy, menjelaskan, mengingat angka kejadian skoliosis di Indonesia sangat banyak, serta penanganannya masih jauh dari memuaskan.
Saat ini masih banyak melihat hasil operasi yang tiga dimensinya masih belum terkoreksi.
Baca juga : Segara Institute Ungkap 3 Cara Agar Bansos Tepat Sasaran
"Oleh karena itu saya mencoba mengembangkan suatu alat yang bisa memperbaiki hasil koreksi tersebut. Harapannya alat ini nanti bisa dipakai secara luas di Indonesia sehingga hasil koreksi skoliosis di Indonesia akan bagus hasilnya”, ujar Dr. Phedy setelah sidang terbuka digelar.
Ia menjelaskan, alat bantu yang nantinya akan disebut dengan SCFUI, dapat membantu koreksi kelengkungan ke samping hingga 72 persen dan memberikan hasil koreksi yang baik secara tiga dimensi.
Dr.dr.Phedy Sp OT (K) Spine (tengah) saat memaparkan disertasinya di Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus Universitas Indonesia, Kamis (4/1/2024). (Foto: Dok. Eka Hospital)
Hasil tersebut sebanding dengan alat koreksi skoliosis idiopatik remaja yang tersedia di Indonesia, bahkan menunjukkan hasil yang sedikit lebih baik dalam hal koreksi rotasi.
Baca juga : Gelar Health Talk, Eka Hospital Bekasi Gaungkan Perawatan Kaki Diabetes
Seperti diketahui skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang membentuk huruf C atau S, skoliosis bisa dialami oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.
Penyebab skoliosis sebenarnya sangat beragam dan bisa muncul tanpa disadari.
Lebih lanjut Dr. Phedy menjelaskan bahwa skoliosis idiopatik remaja merupakan kelainan tiga dimensi pada tulang belakang yang ditandai dengan adanya kelengkungan tulang belakang ke samping, ke belakang dan memutar.
Kondisi ini terutama terjadi pada remaja wanita usia 10 tahun hingga 18 tahun.
Pada kasus yang ringan, skoliosis idiopatik remaja dapat menyebabkan gangguan kosmesis pada remaja, sedangkan pada kasus yang berat, skoliosis akan menyebabkan gangguan fungsi organ terutama paru-paru.
Baca juga : Jokowi Tekankan Pentingnya Visi Negara Dilandasi Tolok Ukur yang Jelas
Dahulu, operasi skoliosis idiopatik remaja hanya untuk mengoreksi kelainan di satu bidang saja, yaitu lengkungan ke samping.
Dalam perkembangannya diketahui bahwa perlu dilakukan koreksi secara tiga dimensi supaya fungsi paru menjadi dan luaran klinisnya menjadi lebih baik.
Sementara itu, Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine selaku Chairman Gatam Institute Eka Hospital Group yang juga menghadiri sidang terbuka menyambut baik atas pencapaian yang sudah didapatkan Dr. dr. Phedy, SpOT (K) Spine karena dengan temuan tersebut menjadi terobosan baru di bidang ortopedi, khususnya skoliosis.
“Selain menunjang layanan unggulan Gatam Institute yang ada di Eka Hospital, temuan ini diharapkan membantu pasien-pasien skoliosis serta meningkatkan keamanan pasien yang menjalani operasi tulang belakang dan juga menambah kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang tersedia di Gatam Institute Eka Hospital,” ucap Dr. Luthfi Gatam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya