Dark/Light Mode

Proses Produksi Resmi Dimulai

Film Jejak Pahit Si Kembang Gula, Angkat Bahaya Narkoba dalam Jajanan Anak

Rabu, 16 April 2025 10:43 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bluesheep Entertainment berkolaborasi dengan Wokcop Pictures resmi mengumumkan dimulainya proses produksi film terbaru bertajuk "Jejak Pahit Si Kembang Gula", yang akan berlangsung mulai 16 April hingga 3 Mei 2025.

Syuting akan mengambil lokasi di wilayah barat Yogyakarta, termasuk Kulon Progo yang dikenal dengan pesona alamnya.

Film ini mengusung genre drama petualangan remaja dan mengangkat isu serius yang tengah menjadi perhatian, yakni penyalahgunaan narkoba yang kini menjelma dalam bentuk makanan ringan, seperti permen.

Cerita dalam film ini ingin membuka mata masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa bahaya narkoba bisa menyamar dalam hal-hal sederhana dan dekat dengan kehidupan anak-anak.

Baca juga : PNM Gandeng MES Kembangkan Kapasitas Usaha Nasabah Mekaar

Disutradarai oleh Franklin Darmadi, film ini tidak hanya ditujukan sebagai tontonan keluarga, tapi juga sebagai media kampanye sosial.

Didukung penuh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kemenko PMK, film ini mendapat apresiasi tinggi sebagai sarana edukasi yang menyentuh.

Dalam acara syukuran produksi yang digelar di Sleman City Hall pada Selasa (15/4/2025), kehadiran Kepala BNN Provinsi DIY Brigjen Andi Fairan serta Prof. Warsito dari Kemenko PMK menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pesan moral film ini.

Film Jejak Pahit Si Kembang Gula turut menggandeng nama-nama besar, seperti Bukie B. Mansyur yang memerankan Pak Wira, seorang guru sekaligus pembina pramuka yang bijak, Unang Bagito sebagai kepala desa, dan Sarah Sechan sebagai istrinya.

Baca juga : Anggota Komisi III DPR Minta Aparat Genjot Pemberantasan Narkoba Di Kalimantan

Sementara itu, deretan aktor muda berbakat asal Yogyakarta seperti Aradhana Rahadi (Bagas), Maria Aurora (Kirana), Bebe Gracia (Hanna), Axandro Juliano (Gerald), dan Adimas Alby (Adit) juga turut menyemarakkan film ini.

Menurut Franklin Darmadi, film ini menyajikan nilai-nilai moral yang dikemas secara ringan namun menyentuh.

Tantangan dalam proses produksi, terutama dari segi koordinasi antara kru Jakarta dan Jogja, serta pengambilan adegan outdoor, justru memperkaya kualitas sinematik film ini.

Bukie B. Mansyur mengungkapkan bahwa peran sebagai Pak Wira menjadi pengalaman emosional yang unik baginya.

Baca juga : Prabowo: Korupsi Rusak Kehidupan Bangsa, Bahayakan Keselamatan Negara

“Interaksi saya dengan aktor-aktor anak membawa kedalaman tersendiri. Karakter ini mengingatkan kita pada sosok guru yang berperan penting dalam kehidupan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Unang Bagito yang merasa bangga terlibat dalam proyek ini.

“Cerita yang diangkat sangat relevan dan menyentuh. Semoga film ini menjadi karya yang bermanfaat dan dinikmati banyak kalangan,” harap Unang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.