Dewan Pers

Dark/Light Mode

Berisiko Lebih Tinggi 1,4 Kali

Kaum Adam Dominasi Kematian Akibat Covid

Jumat, 12 Maret 2021 07:57 WIB
Ketua Tim Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam diskusi bertema, Covid-19 Dalam Angka: Pembelajaran Berharga Covid-19. (Foto : Tangkapan layar Youtube BNPB Indonesia).
Ketua Tim Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam diskusi bertema, Covid-19 Dalam Angka: Pembelajaran Berharga Covid-19. (Foto : Tangkapan layar Youtube BNPB Indonesia).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kematian penderita Covid-19 di seluruh dunia didominasi laki-laki. Kaum Adam, punya risiko kematian 1,4 kali leb­ih tinggi ketimbang perempuan ketika terpapar virus Corona.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam diskusi bertema “Covid-19 Dalam Angka: Pembelajaran Berharga Covid-19”, yang dikutip, kemarin.

“Sebanyak 60 persen itu memang yang meninggal kebanyakan laki-laki dibandingkan perempuan, meski yang terin­feksi hampir mirip sebesar 50 persen,” ungkapnya.

Berita Terkait : Risma Terus Bantu Ringankan Warga Terdampak Pandemi

Dari sisi usia, yang mendo­minasi kasus positif Covid-19 adalah rentang usia 19 tahun hingga 59 tahun atau termasuk dalam kelompok usia produktif, yang memang paling banyak yang ke luar rumah. Tapi, tingkat kematian kasus Corona justru didominasi usia di atas 60 tahun.

“Ini dua hal yang berkebalikan. Kita tahu yang paling ban­yak terinfeksi kelompok yang produktif, tapi yang fatalitas lebih tinggi mereka yang berusia lebih lanjut,” tutur Dewi.

Ahli epidemiologi dan pakar informatika penyakit menular Indonesia itu merinci berdasar­kan kelompok umur, 55-70 persen kasus terkonfirmasi positif berasal dari kelompok usia 6-45 tahun. Sementara, kematian paling banyak terjadi pada kelom­pok usia di atas 46 tahun, yakni 60 sampai 87 persen.

Berita Terkait : Vaksin Yang Ada Di Sini Asli Masyarakat Tak Usah Takut

Dewi juga mengungkapkan, komorbid atau penyakit penyerta juga berpengaruh terhadap risiko kematian.

Seseorang yang memiliki satu komorbid atau penyakit penyerta punya tingkat risiko kematian sebesar 6,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak punya.

Bila komorbidnya dua, misalnya diabetes dan hipertensi, maka risikonya naik menjadi 15 kali lipat.

Berita Terkait : Genjot Pemulihan Pariwisata, Pemerintah Gelar Vaksinasi Drive Thru

Sementara seseorang yang memiliki lebih dari dua komor­bid, terutama pada orang-orang berusia lanjut, maka risiko kematiannya naik menjadi 29 kali lipat. “Jadi, jumlah komorbid sangat berpengaruh,” imbuhnya.
 Selanjutnya