Dark/Light Mode

Sering Lelah Setelah Sembuh Covid, Bagaimana Mengatasinya?

Selasa, 27 Juli 2021 14:30 WIB
Ilustrasi kelelahan saat bekerja (Foto: Net)
Ilustrasi kelelahan saat bekerja (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelelahan (fatigue) merupakan manifestasi yang paling banyak dirasakan penyintas Covid-19.

Sekitar 64,2 persen penyintas Covid dilaporkan mengalami kelelahan, setelah 1 bulan sejak gejala pertama Covid muncul (Shendy, 2021).

Angka ini bisa berbeda di studi lain, namun kisarannya sekitar 44-69,9 persen.

Berita Terkait : Cegah Penyebaran Covid, 250 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Divaksin

Dr. Samuel Pola Karta Sembiring yang bertugas di RSUP Hasan Sadikin, Bandung menjelaskan, kelelahan ini sangat mempengaruhi aspek kehidupan. Terutama, pekerjaan.

Penyintas Covid yang mengalaminya, cenderung menjadi tidak produktif. Sebanyak 31 persen di antaranya, bahkan tidak kembali bekerja.

"Jika rasa lelah menetap sampai lebih dari 4 minggu sejak awal gejala Covid, maka keluhan ini disebut long Covid, atau post acute Covid-19 syndrome. Istilah lainnya, post viral fatigue syndrome," jelas dr. Samuel yang akrab disapa Sam, via laman Instagramnya.

Berita Terkait : Anies: Idul Adha Di Tengah Pandemi Covid, Keluarga Makin Terasa Penting

"Keluhan ini juga dialami penyintas SARS dan MERS. Mereka cenderung merasa cepat lelah, setelah sembuh," sambungnya.

Apa yang menyebabkan kelelahan ini terjadi, masih belum jelas. Diduga kuat, kelelahan terjadi karena respon peradangan terhadap kerusakan yang ditimbulkan virus.

Efek peradangan ini masih dirasakan, meski virus sudah tidak ada. Faktor kesehatan mental seperti stres atau cemas, juga dapat berkontribusi.

Berita Terkait : Saling Berbagi di Saat Pandemi, Bangun Ketangguhan Bangsa

"Keluhan ini tidak hanya dirasakan oleh penyintas dengan gejala Covid berat. Tetapi juga penyintas Covid yang bergejala ringan," tutur dr. Sam.
 Selanjutnya