Dark/Light Mode

Pemuda Tewas Dikeroyok Di Manggarai, 10 Pelaku Raya Bogor Diringkus

Rabu, 24 November 2021 15:35 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah memamerkan senjata tajam pelaku pengeroyokan di Manggarai Selatan, Tebet, Jaksel. (Foto: Ist)
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah memamerkan senjata tajam pelaku pengeroyokan di Manggarai Selatan, Tebet, Jaksel. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemuda 26 tahun dikeroyok geng motor. Dia dihujani bacokan senjata tajam di Jalan Manggis 1, Manggarai Selatan (Marsela), Tebet, Jakarta Selatan. Pemuda berinisial AK tersebut akhirnya tewas dengan luka bacokan di sekujur tubuh.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pasca kejadian pengeroyokan itu Polsek Tebet menangkap 10 orang pelaku.

"Pelaku berusia rata-rata 18 sampai 21 tahun. Mereka mengaku sebagai kelompok Raya Bogor, semacam geng dan membawa senjata tajam," kata Kapolres saat dikonfirmasi, Rabu (24/11).

Berita Terkait : Tersangka Teroris Pernah Diterima Jokowi Di Istana Negara, BIN Bantah Kecolongan

Ke-10 pelaku ditangkap dari hasil penyelidikan kepolisian setelah mendapatkan informasi dari Rumah Sakit terkait adanya korban meninggal karena sabetan senjata tajam. "Pihak rumah sakit lapor bahwa telah menerima seorang pasien akibat luka senjata tajam," ujarnya.

Dipimpin Kapolsek Tebet Kompol Alexander, polisi kemudian mendatangi salah satu rumah sakit tersebut. Ternyata pasien itu telah meninggal. Setelah ditelusuri, ia korban pengeroyokan.

"Dari informasi tersebut, kita melakukan penyelidikan. Kemudian mengidentifikasi pelaku dan tim melakukan penangkapan," katanya.

Berita Terkait : Perluas Akses Produk Dan Layanan, Pegadaian Gandeng Dekopin

Dari hasil pemeriksaan, seorang pelaku mengaku membeli celurit besar secara online. "Iya (celurit) beli di online. Beli yang panjang seharga Rp 420 ribu. Kata dia (pelaku) digunakan aksi itu (di Tebet) saja tapi masih didalami," kata Alexander.

Alex mengatakan, saat ini penyidik masih meminta keterangan pelaku untuk memburu akun yang menjual celurit itu. Namun akun penjual celurit itu menghilang. "Sudah dihapus (akun). Nanti kita cari, kita telusuri. Sajam itu punya pribadi," jelasnya.

Alex memastikan, celurit yang dibeli pelaku memang dibuat khusus untuk melukai orang dalam aksi tawuran. Pasalnya celurit itu memiliki ukuran besar yang bebeda dari celurit pada umumnya. "Kita akan patroli, berusaha agar calon pelaku tawuran ini tidak mendapatkan bahan baku," ucapnya. [DRS]