Dewan Pers

Dark/Light Mode

Anggaran Dihapus Banggar

Tahun Depan, Tak Ada Proyek Sumur Resapan Di Jakarta

Rabu, 1 Desember 2021 21:27 WIB
Proyek sumur resapan di salah satu ruas jalan Ibu Kota Jakarta. (Foto: Ist)
Proyek sumur resapan di salah satu ruas jalan Ibu Kota Jakarta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proyek sumur resapan untuk mengatasi bencana banjir tidak akan berjalan lagi di tahun 2022 mendatang. Hal ini lantaran alokasi anggaran drainase vertikal itu dihapus oleh DPRD DKI Jakarta.

Pada pembahasan anggaran 2022 Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI mengusulkan pembangunan sumur resapan sebesar Rp 330 miliar. Namun anggaran menjadi perdebatan saat pembahasan Rapat Badan Anggaran (Banggar) pada Rabu (24/11) lalu.

Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nova Paloh, pembahasan di Komisi D anggaran sumur resapan dipangkas lebih dari separuh, menjadi hanya Rp 120 miliar sebelum dibawa ke Rapat Banggar.

"Kalau di komisi kan kita sudah kurangi jadi Rp 120 miliar. kalau di Banggar besar, kesepakatan terakhir akhirnya di-nol-kan," ucapnya, Rabu (1/12).

Berita Terkait : Sri Mul Janji Tak Jual Aset Jakarta

Keponakan Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh ini memastikan, dengan dicoretnya anggaran tersebut maka program drainase vertikal tak lagi dilaksanakan pada tahun 2022.

"Iya, jadinya nggak ada kegiatan lagi untuk sumur resapan," ucapnya.

Nova menjelaskan, ada sejumlah alasan anggota Banggar memutuskan menghapus seluruh anggaran sumur resapan. Salah satunya karena kerja dari sumur resapan belum signifikan mengatasi banjir di ibu kota.

"Mungkin dari kawan-kawan ada beberapa masukan yang istilahnya di beberapa wilayah ada yang terlihat belum bisa menangani masalah banjir, terkait masalah resapan airnya gitu," pungkasnya.

Berita Terkait : Kemenhub Harap Bandara Ngloram Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan jika pembuatan sumur resapan di jalan sangat mengganggu pengguna jalan. Pras mengaku melihat secara langsung pembuatan sumur resapan saat melintasi Kawasan Aditiawarman, Jakarta Selatan.

"Saya melihat langsung pengerjaan sumur resapan yang dinilai efektif oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir di Ibu Kota Jakarta ternyata mengambil sebagian ruang badan pada jalan dan menghambat pengguna lalu lintas," kata Pras.

Menurut Pras, drainase vertikal yang didesain untuk meminimalisir banjir tidak efektif diterapkan di ibu kota.

"Dan jelas sangat merugikan banyak pengguna jalan karena jalanan menjadi bergelombang, berbeda tinggi, bahkan beberapa waktu lalu kita semua mendengar kalau ada sumur resapan yang baru dibangun tapi langsung jebol," ucapnya.

Berita Terkait : Ninjau Bareng Ganjar, Preskom PTPP Andi Gani Pastikan Proyek Tol Semarang-Demak Selesai Tepat Waktu

Pras pun meminta agar pengambil keputusan sering-seringlah turun ke lapangan untuk melihat langsung tingkat efektivitas pengendalian banjir di ibu kota. "Ingat permasalahan banyak bukan di atas meja, tapi di lapangan," tegasnya. [DRS]