Dewan Pers

Dark/Light Mode

Omicron Capai 565 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Waspada

Kamis, 13 Januari 2022 21:54 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus virus Omicron di DKI Jakarta terus meningkat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mencatat varian Omicron di Jakarta sudah mencapai 565 kasus hingga Kamis (13/1).

Dari jumlah tersebut, Wagub DKI menyebutkan, bahwa sebanyak 458 kasus atau 81 persen merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
​​​
"Transmisi lokal ada sebanyak 107 orang atau 18,9 persen," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis  (13/1) malam.

Berita Terkait : Varian Omicron Masuk Jabar, Ridwan Kamil Imbau Warga Jangan Panik

Mengingat perkembangannya yang semakin tinggi, Riza meminta warga untuk lebih waspada, karena penularan Omicron lebih cepat.

"Sebaiknya tetap di rumah, karena tempat terbaik adalah di rumah," pesan  Riza dikutip Antara.

Berita Terkait : Belum Ada Kasus Omricron, Wagub DKI: PTM 100 Persen Jalan Terus

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan,  jumlah kasus aktif di Jakarta berdasarkan data per Kamis ini meningkat 184 kasus sehingga saat ini jumlah kasus aktif sebanyak 2.936 orang yang masih dirawat/isolasi.Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.119 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Sementara, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR bertambah 478 orang sehingga total 869.089 kasus tercatat 303 kasus dari pelaku perjalanan luar negeri.

Berita Terkait : Liga 1 Makin Ketat, Skuad Maung Bandung Diminta Waspada

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 852.563 dengan tingkat kesembuhan 98,1 persen, dan total 13.590 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen.

Untuk "positivity rate" atau persentase kasus positif selama sepekan terakhir di Jakarta sebesar tiga persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.[MFA]