Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Covid-19 varian Omicron sampai juga ke Indonesia. Netizen pun waspada. Kasus ini jadi alarm bagi siapa pun untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Akun @lawancovid19_id mengungkap kronologi terdeteksinya Omicron pertama di Indonesia yang menyerang petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran. Dimulai dari pengambilan sampel pada 8 Desember dan diketahui positif Covid-19 pada 10 Desember.

Lalu dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS), diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron pada 15 Desember. Saat ini, pasien sudah sehat dan tanpa gejala dan dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes PCR (Polymerase Chain Reaction).
Baca juga : Banyak Negara Larang Warga Liburan Nataru
“Mari bersama-sama tetap melakukan protokol kesehatan demi melindungi diri dan sekitar selama pandemi Covid-19, dan mencegah penyebaran varian Omicron,”ajak @lawancovid19_id.
Akun @drpriono1 menyarankan Pemerintah memperkuat kekebalan penduduk dengan mempercepat vaksinasi anak, lansia dan komorbid, agar terhindar dari dampak buruk penularan Omicron yang penularannya diduga lebih cepat. Termasuk juga membatasi kerumunan dan mewajibkan memakai masker.
“Terdeteksinya Omicron jangan membuat kita terlalu panik, tetapi mesti lebih waspada. Kita harus perkuat kembali prokes dan deteksi dini agar varian Omicron tidak bisa berkembang di Indonesia,” kata @fahiraidris.
Baca juga : Omicron Masuk Indonesia, Satgas Covid: Harus Jadi Alarm Kewaspadaan
Akun @henrysubiakto meminta Pemerintah mengungkap siapa pembawa Omicron masuk ke Indonesia. “Agar jelas siapa pembawa Omicron, dan agar jelas pula siapa yang mengidap virus ini. Untuk mencegah ini harus serius,” ujarnya.
Akun @jcowacko mengatakan, kunci mengantisipasi penyebaran Omicron dengan tidak panik. Pasalnya, data dari negara yang sudah terpapar Omicron menunjukkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari varian tersebut.
“Ringannya gejala Omicron diartikan ilmuwan sebagai akhir pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya