Dewan Pers

Dark/Light Mode

Omicron Sudah Di Indonesia, Alarm Buat Warga +62

Sabtu, 18 Desember 2021 08:00 WIB
Ilustrasi varian Omicron. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi varian Omicron. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Covid-19 varian Omicron sampai juga ke Indonesia. Netizen pun waspada. Kasus ini jadi alarm bagi siapa pun untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Akun @lawancovid19_id mengungkap kronologi terdeteksinya Omicron pertama di Indonesia yang menyerang petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran. Dimulai dari pengam­bilan sampel pada 8 Desember dan diketahui positif Covid-19 pada 10 Desember.

Lalu dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS), diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron pada 15 Desember. Saat ini, pasien sudah sehat dan tanpa gejala dan dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes PCR (Polymerase Chain Reaction).

Berita Terkait : Banyak Negara Larang Warga Liburan Nataru

“Mari bersama-sama tetap melakukan protokol kesehatan demi melindungi diri dan sekitar selama pandemi Covid-19, dan mence­gah penyebaran varian Omicron,”ajak @lawancovid19_id.

Akun @drpriono1 menyarankan Pemerintah memperkuat kekebalan penduduk dengan mempercepat vaksinasi anak, lansia dan komorbid, agar terhindar dari dampak buruk penularan Omicron yang penularannya diduga lebih cepat. Termasuk juga membatasi kerumunan dan mewajibkan memakai masker.

“Terdeteksinya Omicron jangan membuat kita terlalu panik, tetapi mesti lebih waspada. Kita harus perkuat kembali prokes dan deteksi dini agar varian Omicron tidak bisa berkem­bang di Indonesia,” kata @fahiraidris.

Berita Terkait : Omicron Masuk Indonesia, Satgas Covid: Harus Jadi Alarm Kewaspadaan

Akun @henrysubiakto meminta Pemerintah mengungkap siapa pembawa Omicron masuk ke Indonesia. “Agar jelas siapa pembawa Omicron, dan agar jelas pula siapa yang mengidap virus ini. Untuk mencegah ini harus serius,” ujarnya.

Akun @jcowacko mengatakan, kunci mengantisipasi penyebaran Omicron dengan tidak panik. Pasalnya, data dari negara yang sudah terpapar Omicron menunjukkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari varian tersebut.

“Ringannya gejala Omicron diartikan ilmuwan sebagai akhir pandemi Covid-19,” ungkapnya.
 Selanjutnya