Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Omicron Ngamuk, Tunda PPKM Untuk Siswa SD
DKI Micro Lockdown Zona Merah Di Lima Kecamatan
Sabtu, 22 Januari 2022 07:07 WIB
Sebelumnya
Tunda PTM
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman meminta, Pemerintah menunda atau menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sekolah.
Baca juga : Jokowi Ketar-ketir
Menurut Dicky, belum semua anak-anak divaksinasi. Khususnya usia SD, Pemerintah harus mempertimbangkan untuk kembali sekolah online sampai prediksi puncak gelombang ketiga pada Maret mendatang.
“Memaksakan sekolah tatap muka saat tren gelombang Omicron meningkat sama saja menciptakan kesakitan yang luar biasa. Ini berpotensi menyebabkan disabilitas sumber daya yang paling berharga. Yakni, anak-anak,” katanya khawatir.
Baca juga : Hadiri PPKMB Unkris, Nadiem Promosikan Program Merdeka Belajar
Dicky menegaskan, tidak cukup bukti dan teori yang mendukung bahwa virus semakin melemah. Faktanya, virus selalu beradaptasi sepanjang waktu. Banyak ditemukan, virus tidak mengalami pelemahan.
“Influenza tetap jauh lebih buruk daripada flu biasa. Campak, terlebih lagi. Cacar, lebih buruk lagi. HIV pun demikian,” jelas Dicky.
Baca juga : Varian Delta Ngamuk, 11 Kabupaten/Kota Di Jawa Barat Kini Masuk Zona Merah
Menurutnya, pencegahannya yang paling efektif adalah vaksinasi, protokol kesehatan dan testing, tracing, serta treatment (3T). Sehingga, sudah sebaiknya sekolah PTM dikembalikan kepada daring setidaknya sampai bulan Maret.
“Membiarkan Covid-19 menyebar tak terkendali berbahaya secara kesehatan, sosial, ekonomi dan ketahanan nasional. Sebab ada dampak jangka pendek misalnya kesakitan, beban askes, sosial ekonomi dan kematian. Jangka panjangnya ada Long Covid yang membebani sistem kesehatan,” ingat Dicky. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya