Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mulai Senin, Transjakarta Kembali Berlakukan Kapasitas 100 Persen

Jumat, 11 Maret 2022 15:55 WIB
Ilustrasi bus PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). (Foto : transjakarta)
Ilustrasi bus PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). (Foto : transjakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mulai Senin (14/3), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali menerapkan kapasitas angkut pelanggan 100 persen pada semua layanan Transjakarta.

Sebelumnya, Transjakarta beroperasi dengan kapasitas sebesar 70 persen dari kapasitas normal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas PT Transjakarta, Angelina Betris mengatakan menjelaskan penyesuaian kapasitas angkut tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Nomor 145 tentang Petunjuk Teknis Pengaturan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019.

Berita Terkait : Kualitas Pelayanan Publik Meningkat, Yasonna Kembali Raih Penghargaan

Masa sosialisasi dilakukan selama tiga hari, terhitung dari 11-13 Maret 2022.

“Mulai hari ini kapasitasnya sudah 100 persen, tapi masih sosialisasi," terang Betris, Jumat (11/3).

Betris mengungkapkan, seiring penerapan kapasitas 100 persen ini, maka semua marka atau tanda jarak aman yang terpasang di lantai halte, bus dan bangku pelanggan akan kembali dicopot dan jumlah handgrip akan disesuaikan kebutuhan pelanggan berdiri.

Berita Terkait : Punya Perkakas Rumah Berkualitas Bagian Dari Penghematan

"Jam operasional Transjakarta tidak mengalami perubahan di masa PPKM Level 2 yakni mulai pukul 05.00- 21.30 dan layanan angkutan malam hari (amari) dari pukul 21.31-22.30," katanya.

Ia menyampaikan, meski kembali beroperasi dengan kapasitas angkut pelanggan secara normal, aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama.

Maka itu, sampai saat ini Transjakarta masih beroperasi dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, baik di halte maupun di dalam bus.

Berita Terkait : Senangnya I Made Kembali Merumput Bersama Persib

Misalnya, seluruh pelanggan diwajibkan untuk menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi COVID-19, baik melalui aplikasi PeduliLindungi, JAKI atau dokumen sertifikat yang sudah dicetak atau secara digital melalui ponsel.

Selain itu, sambung Betris, pelanggan juga diwajibkan mengenakan masker serta melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki area gate halte.

“Kami mengimbau semua masyarakat bisa mematuhi semua aturan demi keamanan dan kenyamanan kita bersama,” tandas Betris. [IPL]