Dark/Light Mode

Positivity Rate Covid Di DKI Lebihi Standar WHO

Satpol PP Gencarkan Lagi Operasi Prokes

Senin, 20 Juni 2022 07:30 WIB
Pengunjung M Bloc Space memindai QR Code melalui aplikasi PeduliLindungi di Jakarta, September tahun lalu. Aplikasi tersebut sudah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat untuk mengunjungi suatu tempat seperti pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran dan tempat publik lainnya. (Foto: Khairizal/RM).
Pengunjung M Bloc Space memindai QR Code melalui aplikasi PeduliLindungi di Jakarta, September tahun lalu. Aplikasi tersebut sudah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat untuk mengunjungi suatu tempat seperti pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran dan tempat publik lainnya. (Foto: Khairizal/RM).

 Sebelumnya 
Wiku menyebut, ada beberapa penyebab kenaikan kasus yang dapat diidentifikasi. Seperti mobilitas penduduk yang terus naik jika dibandingkan aktivitas warga sepanjang tahun 2021. Kemudian kembali normalnya aktivitas masyarakat di tempat-tempat publik. Dan adanya kegiatan berskala besar yang dihadiri banyak orang, serta menurunnya kedisiplinan warga menerapkan prokes. Selain itu, mutasi virus dengan varian baru BA.4 dan BA.5 sudah masuk di Indonesia.

“Prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian harus tetap diterapkan dalam kegiatan sehari-hari karena pandemi ini belum selesai. Sewaktu-waktu kita tetap dapat mengalami kenaikan kasus kembali apabila tidak disiplin prokes,” pesan Wiku.

Baca juga : Covid Melandai, Wagub Riza Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad meminta Pemprov DKI bergerak cepat dalam menghadapi Covid-19 yang kembali meningkat. Terlebih saat ini kegiatan masyarakat sudah berjalan seperti keadaan normal.

“Kita sudah pernah menghadapi beberapa masa lonjakan kasus, saya harap geraknya lebih cepat,” kata Idris dalam keterangannya.

Baca juga : Yuk Ah, Genjot Lagi Prokesnya

Idris meminta, Pemprov DKI memperbanyak sentra vaksinasi dosis ketiga sebagai antisipasi lonjakan kasus. Apalagi, saat ini capaian vaksinasi booster masih di bawah 50 persen atau 3,9 juta.

“Saya mendorong Pemprov DKI kembali memasifkan lagi peran sentra-sentra vaksinasi di semua wilayah untuk melindungi warga Jakarta,” tandasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.