Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Desak Pasar Blok A Segera Dibangun
Pedagang Siap Tebus “Ongkos” Revitalisasi
Selasa, 27 September 2022 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pedagang kecewa rencana revitalisasi Pasar Blok A, Jakarta Selatan, hingga kini belum juga dilakukan. Padahal, pejabat negara mulai dari Presiden Jokowi hingga pengelola pasar, sudah lama mewacanakannya.
Ketua Koperasi Pasar (Koppas) Pasar Blok A Ngadiran mengaku, sudah mencoba menghubungi pihak-pihak terkait menanyakan rencana pembangunan. Tapi, pihaknya hanya diminta untuk bersabar.
“Mudah-mudahan saja mereka sedang rapat membahas Pasar Blok A,” ujar Ngadiran dalam keterangannya, kemarin.
Baca juga : Cek Pasar Peterongan, Jokowi Dengar Keluhan Pedagang Soal Harga Cabai
Ia berharap pasar Blok A segera dibangun. Menurut Ngadiran, dalam pertemuan bulan Agustus dengan pengelola pasar, mereka mengharapkan bisa cepat mendapatkan informasi tentang rencana pembangunan.
“Ternyata sudah masuk bulan September, masih belum juga dapat jawaban,” lanjutnya.
Ngadiran mengeluhkan, aksi lempar bola pihak pengelola pasar. Terakhir, informasi dari mitra Pasar Jaya, dalam hal ini PT Sarana Jaya melempar masalah ini ke PT Pasar Jaya. Aksi saling lempar tanggung jawab ini dikhawatirkannya membuat nasib para pedagang semakin tidak jelas.
Baca juga : Lestari: Nilai Kebangsaan Redam Tensi Kontestasi 2024
“Kami memohon dengan hormat kepastian pembangunan Pasar Blok A, mau dibangun kapan? Atau, pedagang harus ngesot dulu, demo dulu, baru dipikirkan,” cetusnya.
Ia meminta, pihak pengelola pasar tidak mencari-cari alasan untuk menutupi ketidakjelasan rencana pembangunan. Sebelumnya, mereka beralasan, rencana pembangunan tak bisa dilakukan karena belum memiliki Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.
Ngadiran menyambut baik keinginan Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar pasar disatukan dengan rumah susun (Rusun).
Baca juga : Daging Sapi Diramal Tembus 180 Ribu/Kg
“Kita mengapresiasi, ide tersebut bagus. Tapi, kami memohon jangan karena itu jadi lama. Membuat kajian kalau dilembur sebenarnya tidak sampai seminggu selesai,” katanya.
Ia meyakinkan, pengelola tidak perlu khawatir mengenai prospek pembayaran. Para pedagang siap menebus kios yang akan dijual/disewakan ke pedagang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya