Dark/Light Mode

Saluran Air Tak Mampu Hadapi Cuaca Ekstrem

Master Plan Atasi Banjir Di Ibu Kota Sudah Jadul

Sabtu, 15 Oktober 2022 07:30 WIB
Warga mengevakuasi seorang anak dari lokasi banjir di permukiman kawasan Bidara Cina, Jakarta, Senin (10/10/2022). (ANTARA FOTO/Henry Purba/rwa).
Warga mengevakuasi seorang anak dari lokasi banjir di permukiman kawasan Bidara Cina, Jakarta, Senin (10/10/2022). (ANTARA FOTO/Henry Purba/rwa).

 Sebelumnya 
Langkah perbaikan drainase juga harus diiringi dengan melakukan audit kembali tata ruang DKI. Sebab, 80 persen kawasan yang peruntukannya sebagai daerah resapan kini berubah fungsi menjadi bangunan keras.

Sementara, pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna menilai, Jakarta tidak akan terbebas dari banjir jika tidak memperbaiki sistem drainase. Entah itu, normalisasi atau naturalisasi.

Diungkap Yayat, master plan perbaikan drainase di Jakarta dibuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 1973. Menurut Yayat, master plan tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang alias jadul.

Baca juga : Tanah Longsor Di Ciamis, 2 Warga Meninggal

Yayat menyarankan Pemprov DKI mengubah master plan banjir tersebut.

“Siapapun gubernurnya yang akan datang mesti berani membuat revisi atau perbaikan master plan banjir Jakarta 1973,” kata Yayat.

Terlebih hujan sekarang ini rata-rata sudah masuk kategori ekstrem.

Baca juga : Pemkot Jakpus Patok Banjir Surut Enam Jam

“Pertanyaannya, kalau hujannya ekstrem, penanganannya mesti ekstrem nggak? Sekarang penanganannya masih biasa-biasa saja,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hujan ekstrem, kata Yayat, sudah saatnya kapasitas beberapa sungai, Banjir Kanal Barat, Banjir Kanal Timur, Ciliwung dan sodetan harus ditingkatkan. Pemprov DKI Jakarta harus berani mengambil tindakan.

“Dalam pengambilan keputusan ini berat karena harus merelokasi orang. Tapi, risiko itu harus dihadapi,” imbuhnya.

Baca juga : Mayoritas Warga Ibu Kota Masih Mengandalkan Air Tanah

Yayat menekankan, penanganan banjir harus dijalankan dengan gagasan teknokratis, bukan politis.

“Kalau dibawa ke politis, tidak akan selesai-selesai,” tandasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.