Dark/Light Mode

Kasus Anak Terkena Gagal Ginjal Melonjak

Orangtua Kudu Waspada Dan Lakukan Pencegahan

Senin, 17 Oktober 2022 07:30 WIB
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. (Foto: KPCPEN).
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. (Foto: KPCPEN).

 Sebelumnya 
Apalagi kasus ini sudah menyebabkan kematian pada anak. Dicky bilang, kematian itu adalah indikator telat deteksi dari satu kejadian penyakit. Dia pun menyarankan, Pemerintah harus segera mencari tahu penyebab penyakit ini. Mengingat, kasus ini terjadi di masa pandemi Covid-19 sudah mulai berangsur pulih.

Penelusuran riwayat pasien, lanjut Dicky, penting dilakukan. Seperti, apakah dia atau anggota keluarga punya riwayat terinfeksi Covid atau tidak. Kemudian, apakah sudah divaksin atau belum.

“Nah ini semua tentu membuat hipotesa bahwa ini long Covid-19 atau bukan. Kesimpulan itu tentu tidak bisa kita lakukan pada tahap saat ini. Karena kita akan memerlukan data-data lainnya,” ujar Dicky.

Baca juga : Atasi, Cari Tahu Penyebabnya

Menurut dia, dengan jumlah pasien yang meninggal tersebut, kasus ini harus menjadi outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun penelitiannya, kata Dicky, tidak hanya langsung dikaitkan atau difokuskan pada Covid-19, karena bisa saja ada hal lainnya.

“Misalnya, adakah konsumsi obat, ya karena beberapa kasus gagal ginjal akut di dalam sejarah outbreak itu ada yang terkait tiroksin atau kandungan obat, yang ada dalam obat batuk. Nah ini yang harus dicari tahu arti keterkaitannya selain faktor-faktor atau potensi penyebab lainnya,” papar dia.

Dicky mendesak, Pemerintah segera melapor dan koordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Sementara untuk masyarakat, khususnya orangtua, melakukan upaya pencegahan. Pertama, karena ini masih situasi Covid-19, proteksi anak dengan vaksin.

Baca juga : Karakter Komik Lokal Tahilalats Kolaborasi Dengan Crayon Shinchan

Kemudian, perilaku 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas). Jika anak mengalami gejala batuk, pilek atau penyakit lainnya segera konsultasi dokter.

“Biasakan untuk berkonsultasi dengan dokter, jangan mengambil keputusan mengobati sendiri,” sarannya.

Selain itu, lengkapi imunisasi dan biasakan anak hidup bersih dan sehat. Itu untuk mengantisipasi timbulnya dampak kolateral dari pandemi Covid-19.

Baca juga : Dubes RI Untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, Jajaki Kerja Sama Kelautan Dan Perikanan

“Kalaupun nanti status pandemi berakhir, tidak serta merta menghilangkan masalah-masalah atau masalah ikutan yang lahir dari akibat pandemi,” tegasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.