Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bendungan Ciawi Dan Sukamahi Resmi Beroperasi
Heru Pede 12 Kelurahan Di DKI Akan Bebas Banjir
Senin, 26 Desember 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Jamaludin menilai, pembangunan dua bendungan ini sudah tepat. Terlepas dari berhasil atau tidak menangani banjir di Ibu Kota.
“Tidak seperti program pendahulunya, yang membuat daerah limpasan sungai atau ruang limpah sungai. Karena bendungan ini masih di hulu letaknya,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Dia pun menyinggung rencana membuat bendungan Ciliwung atau saringan sampah di daerah Tanjung Barat.
Baca juga : Heru: Jakarta Pionir Penanganan Banjir Dengan Teknologi Dry Dam
“Itu yang nggak benar. Dari dulu, pakemnya nggak boleh ada hambatan atau sumbat di aliran besar. Bisa bahaya saat debit banjir terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, hambatan atau sumbatan di aliran besar justru akan memicu bencana ikutan. Seperti, banjir wilayah sekitar saringan tersebut. Selain itu, juga akan menimbulkan tumpukan sampah yang jika tidak rutin diangkut akan menyebabkan berbagai masalah.
Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan, target ideal penanganan banjir Jakarta yakni pada 2025. Sebab, setelah Bendungan Ciawi dan Sukamahi selesai, Pemprov DKI Jakarta harus segera normalisasi Sungai Ciliwung dan membenahi Situ/Danau/Embung/Waduk (SDEW) di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.
Baca juga : Menpora Banggakan Eko Raih Dua Perak Di Kejuaraan Dunia Angkat Besi
“Fokus saja Sungai Ciliwung tapi tuntas semua pada 2023. Dengan begitu, pada tahun-tahun berikutnya akan lebih mudah (normalisasi) untuk 12 sungai utama,” kata Nirwono.
Menurut dia, ada tiga tipe banjir di Jakarta. Pertama, banjir kiriman akibat luapan air sungai, yang salah satu solusinya pembangunan bendungan serta normalisasi sungai.
Kedua, banjir lokal akibat sistem drainase yang buruk. Solusinya merehabilitasi total seluruh saluran drainase.
Baca juga : Partai Ka’bah Pede Bertahan Di Senayan
“Dengan diperbesar dimensi saluran air eksisting, misalnya, dari 50 centimeter ke 1,5 meter, 1 meter ke 3 meter, 1,5 meter ke 5 meter dan terhubung ke SDEW terdekat,” jelas Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan ini.
Ketiga, banjir rob di utara Jakarta. Solusinya, restorasi kawasan pesisir, lahan selebar minimal 500 meter ke arah daratan dibebaskan dari pemukiman, serta dihijaukan (reforestasi hutan mangrove atau pantai) sebagai peredam banjir rob, abrasi pantai dan terjangan tsunami. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya