Dark/Light Mode

Akibat Pipa Bocor

Duh, PAM Jaya Tekor Rp 2,5 Triliun/Tahun

Rabu, 15 Maret 2023 07:30 WIB
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. (Foto: PPID Jakarta).
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. (Foto: PPID Jakarta).

 Sebelumnya 
“Operasional penuh air per­pipaan oleh PAM Jaya ini akan menjadi titik awal untuk mewu­judkan ketahanan air regional dan nasional,” ucap Arief.

Dia menuturkan, tantangan yang dihadapi PAM Jaya saat ini adalah ketersediaan sumber air baku, polusi dan bencana air, penurunan tanah dan pengolahan limbah yang buruk. Persoalan itu, lanjut Arief, menjadi beberapa faktor yang menyebabkan pelayanan air perpipaan baru mencapai 65,85 persen.

Tahun ini, lanjutnya, PAM Jaya akan memulai pekerjaan konstruksi pembangunan SPAM Jatiluhur Idan Karian-Serpong, pembangunan IPA Buaran 3, SPAM Pesanggrahan dan Cili­wung, serta pencarian sumber air curah. Selain itu, PAM Jaya melakukan pembangunan dan penempatan penampungan air (reservoir) bagi wilayah yang kesulitan akan akses air.

Baca juga : Setan Merah Mau Tebus Harry Kane Rp 2,8 Triliun

Selain itu, PAM Jaya juga mulai melakukan sosialisasi pe­nampungan air bagi pelanggan serta sosialisasi konstruksi pem­bangunan SPAM. Kata Arief, kesadaran atas manajemen air warga Jakarta sangat penting untuk pemerataan suplai air.

“Dengan menampung air pada waktu tidak banyak yang meng­gunakan air, warga akan memi­liki stok air untuk pemenuhan kebutuhan,” ucapnya.

Arief juga meminta warga untuk legowo dan memaklumi kemacetan dampak pembangunan konstruksi yang dilakukan PAM Jaya. Dia bilang, pem­bangunan tersebut adalah upaya mewujudkan akses air perpipaan bagi seluruh warga Jakarta.

Baca juga : Duh, Barca Dituduh Nyogok Wasit Rp 22 Miliar

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Ja­karta August Hamonangan mengaku, mendukung upaya-upaya yang dilakukan PAM Jaya. Dia menilai, saat ini PAM Jaya sudah cukup terbuka setelah tidak lagi bekerja sama dengan swasta.

“Pekerjaan Rumah (PR) terbesarnya ada dua. Yakni, mengejar cakupan layanan hingga 100 persen dan mengatasi ke­bocoran pipa,” kata politisi Par­tai Solidaritas Indonesia (PSI) ini kepada Rakyat Merdeka, Senin (13/3).

Dua PRini, diakui August, membuat PAM jaya dilematis. Mana yang harus menjadi prioritas. Sebab, kedua masalah itu mendesak dan sangat penting untuk segera diatasi. Meski be­gitu, August mendorong PAM memprioritaskan perbaikan pipa bocor.

Baca juga : Krakatau Steel Bayar Utang Rp 2,7 Triliun

“Karena kalau masalah ini dibiarkan, akan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Selain itu, layanan untuk pelang­gan juga terganggu,” ujarnya.

Dia meminta, PAM Jaya berkoordinasi dengan dinas terkait dalam pengerjaan jaringan per­pipaan baru. Sehingga, penger­jaan tidak menimbulkan perso­alan baru dan dapat dikerjakan lebih cepat.

August mendorong PAM Jaya menggunakan Penyertaan Modal Daerah (PMD) dengan optimal. “PMD yang sudah diterima harus diserap,” tegas­nya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.