Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gubernur Papua Ancam Penghentian Beasiswa ke Mahasiswa yang Eksodus
Selasa, 24 September 2019 15:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengancam akan menghentikan pemberian beasiswa bagi para mahasiswa eksodus (yang pulang ke Papua). Ancaman ini untuk menghentikan aksi-aksi yang anarkis.
"Jika tidak mau pulang, saya hentikan semua beasiswa dari saya. Beasiswa ini bukan hanya dari pemerintah provinsi, dari kabupaten dan kota juga memberikan beasiswa serta orang tua juga membiayai," katanya, di Jayapura, Selasa (24/9) seperti dikutip antaranews.com.
Baca juga : Gubernur Papua: Hentikan Semua Kegiatan yang Ganggu Stabilitas
Menurut Enembe, sudah banyak yang menjadi korban akibat aksi dan kerusuhan. Baik di Wamena maupun di Jayapura. Sehingga tidak boleh ada lagi tindakan-tindakan yang merugikan orang banyak apalagi dengan tindakan anarkis.
"Kami minta untuk hari ini mahasiswa yang ada harus kembali ke kota studi masing-masing. Kami sudah siap untuk mengangkut kembali," ujarnya.
Baca juga : Ayo Daftar Beasiswa Untuk Mahasiswa di 9 PTN
Dia mengimbau siapa pun tidak boleh datang ke Papua jika cuma mau mengganggu ketertiban umum. Apalagi datang dari kota studi masing-masing di seluruh Indonesia hanya untuk melakukan tindakan anarkis.
"Tidak boleh lagi anarkis di Provinsi Papua. Jadi para mahasiswa ini harus siap dikembalikan," katanya lagi.
Baca juga : Gubernur Papua Minta Tindak Tegas Aksi Membahayakan
Pihaknya juga mengharapkan, tidak ada lagi isu yang memengaruhi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi tindakan anarkis.
"Karena pada akhirnya akan merugikan diri sendiri di mana tidak boleh merugikan pribadi dan juga orang Papua sendiri dengan cara-cara seperti ini tak boleh," ujarnya lagi. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya