Dark/Light Mode

Longsor Sukabumi Tewaskan 31 Orang, 2 Hilang

Minggu, 6 Januari 2019 12:51 WIB
Cuaca cerah turut mendukung proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (6/1). (Foto: Basarnas)
Cuaca cerah turut mendukung proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (6/1). (Foto: Basarnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musibah longsor yang menimpa Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi Jawa Barat pada Senin (31/12), menewaskan 31 orang, 2 hilang dan masih dalam pencarian, serta 3 orang luka dalam. Demikian informasi yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan, dari 3 orang luka tersebut, 1 orang luka berat masih dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dan 2 orang sudah diperbolehkan pulang. 31 korban meninggal dunia, semuanya sudah berhasil teridentifikasi oleh petugas medis.

Berikut data korban meninggal dunia yang sudah ditemukan dan diketahui identitasnya:

Senin 31/12/2018

- Hendra (Lelaki)

- Sasa (Perempuan)

 Selasa 1/1/2019

- Ukri (L) 50 tahun.

- Riska (P) 27 tahun.

- Rita (P) 15 tahun.

- Yanti (P) 38 tahun.

- Ahudi (L) 60 tahun. 

Berita Terkait : Badai Yunani Tewaskan 1 Orang, 2 Hilang

- Suryani (P) 35 tahun.

- Jumhadi (L) 47 tahun.

- Yami (P) 26 tahun.

Rabu 2/1/2019

- Sukiman (L) 70 tahun.

- Umih (P) 70 tahun.

- Endu (L) 43 tahun.

Kamis 3/1/2019

- Mulyani (P) 60 tahun.

- Madtuha (L) 50 tahun.

- Andra Maulana (L) 8 tahun.

- Adsa (L) 45 tahun.

Berita Terkait : Update: Korban Meninggal Bencana Longsor Sukabumi Bertambah Jadi 18 Orang

-  Miah (P) 40 tahun.

Jumat 4/1/2019

- Nanih (P) 45 tahun.

- Sugandi (L) 41 tahun.

- Artemah (P) 85 tahun.

- Ernawati (P) 14 tahun.

Sabtu 5/1/2019: -

- Ecih (P) 15 tahun.

- Serly (P) 3 tahun.

- Sukiat (L) 56 tahun.

- Asep (L) 38 tahun.

- Lina Wati (P) 13 tahun.

Berita Terkait : Longsor Sukabumi Tewaskan 4 Orang, 3 Luka-Luka, 41 Hilang

- Suyeti (P) 20 tahun.

- Adsih (P) 40 tahun.

- Mirha (L) 60 tahun.

- Armi (P) 45 tahun.

Sampai saat ini, tim SAR gabungan yang dikoordinir Basarnas dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, SKPD, PMI, Tagana, NGO, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban. Terutama, 2 korban yang masih dinyatakan hilang. Hari ini, Minggu (6/1), kondisi cuaca yang cerah sangat mendukung operasional di lapangan.

Daerah di Kabupaten Sukabumi banyak yang rawan longsor. Kondisi topografi perbukitan dengan batuan penyusun yang porus, gembur dan lepas menyebabkan mudah longsor. Banyaknya penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor, menyebabkan tingkat risiko longsor tinggi.

Selama 10 tahun terakhir, telah terjadi 132 kali longsor di Sukabumi dengan beberapa kejadian di antaranya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Misalnya saja, longsor di Kecamatan Cireunghas pada 28 Maret 2015 yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia, 293 orang terdampak, dan 11 rumah rusak.

Sutopo menilai, mitigasi longsor masih memerlukan banyak perhatian, baik mitigasi struktural ataupun non struktural. Mitigasi struktural meliputi penguatan tebing, pemasangan sistem peringatan dini longsor, penghijauan, dan lainnya. Sedangkan mitigasi non struktural, mencakup pemetaan, sosialisasi, tata ruang, pendidikan kebencanaan, gladi dan lainnya.

"Puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia adalah Januari hingga Februari. Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya," tutur Sutopo. [HES]