Dark/Light Mode

Mahasiswa Tak Usah Demo

Pelantikan Presiden Diincar 26 Teroris

Rabu, 16 Oktober 2019 06:53 WIB
Aksi demo mahasiswa di sekitaran Gedung DPR/MPR, Jakarta, 24 September 2019.  (Foto: M Qori Haliana/RM)
Aksi demo mahasiswa di sekitaran Gedung DPR/MPR, Jakarta, 24 September 2019. (Foto: M Qori Haliana/RM)

 Sebelumnya 
Kemudian di Yogyakarta dan Solo, kelompok JAD pimpinan Abu Zee Ghuroba juga berencana melakukan pengeboman pada 20 Oktober 2019.

“Dari hasil pemeriksaan oleh tim Densus 88, pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror pada tanggal 20 Oktober nanti di Solo dan DLY” beber Dedi.

Abu Zee sudah ditangkap Polisi pada 23 September 2019. Dedi menuturkan, kelompok Abu Zee memiliki jaring komunikasi ke kelompok JAD Jambi pimpinan R alias Putra yang juga sudah dicokok Densus 88.

Kelompok R alias Putra adalah yang tertinggi dalam hierarki kelompok teror itu. Kelompok JAD Jambi tahu semua rencana amaliyah seluruh kelompok JAD.

“Dari kelompok JAD Bekasi, Bandung, Cirebon, Jateng, Ja tim, Jogja, lampung, Sulteng dan Sulut,” imbuh dia. 

Sejumlah pengamat menyebut, aksi teror perlu diwaspadai jelang pelantikan. Pengamat terorisme, Al Chaidar, menyebut, kelompok teroris tambah semangat melakukan amaliyah setelah peristiwa penusukan Wiranto.

Baca juga : Ketua MPR : Kesuksesan Pelantikan Presiden Tanda Demokrasi Indonesia Makin Matang

“Mereka tambah yakin bahwa negara ini negara lemah,” ujar Chaidar, kemarin.

Direktur Amir Mahmud Center, Amir Mahmud, menganalisa, bukan tak mungkin para teroris ini “menunggangi” para mahasiswa jika mereka tetap melakukan demonstrasi, 20 Oktober.

“Ini sudah terbaca, situasi politiknya, Jokowi mau dilantik, lalu di sisi lain ada banyak aksi gerakan mas sa,” tuturnya, kemarin.

Pengamat intelijen, Ridlwan Habib, juga mengingatkan, kewaspadaan harus ditingkatkan di hari-hari menjelang pelantikan. Soalnya, teroris selalu mencari kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya.

“Terutama pada tanggal-tanggal penting, 19 dan 20 Oktober 2019. Semua pihak harus waspada terutama aparat keamanan,” wanti-wanti Ridlwan.

Pakar terorisme dari Universitas Padjadjaran, Muradi, juga menyebut, terbuka kemungkinan teroris menunggangi aksi demo. Para teroris yang diduga merupakan anggota jaringan lama akan menunggu dan memanfaatkan momentum.

Baca juga : Kabaharkam Polri : Pengamanan Pelantikan Presiden Libatkan Seluruh Polda

“Ancaman itu mungkin terjadi. Jangan disepelekan dan harus segera diantisipasi,” ujarnya. Muradi menyatakan, antisipasi terhadap kemungkinan serangan terorisme harus dilakukan semua pihak.

Dia berharap, ada gerakan rakyat semesta untuk melawan teroris, tidak hanya mengandalkan aparat.

“Jangan hanya Sebelumnya, Kepala BIN, Budi Gunawan, menyebut, kasus penusukan Wiranto berkaitan dengan agenda pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan wakil Presiden.

BG, sapaan Budi Gunawan, mengaku telah mengendus rencana kelompok teroris JAD jelang pelantikan Jokowi-Ma’ruf.

“Kami sudah mendeteksi menjelang pelantikan memang ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita tingkatkan kewaspadaan kita,” kata BG di RSPAD, Jakarta, Kamis lalu.

Polda Metro Jaya sudah melarang aksi demonstransi mulai kemarin hingga hari pelantikan.

Baca juga : Pasca Penusukan Wiranto, Densus Bekuk 26 Terduga Teroris

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Purnama, menegaskan, pihaknya tidak akan menerbitkan perizinan penyampaian aspirasi atau unjuk rasa selama sepekan ini.

Tujuannya, agar kondisi tetap kondusif. Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono, menegaskan, jika masih ada demo di tanggal yang dilarang itu, dipastikan ilegal.

“Berkaitan dengan clereance. Sesuai instruksi kepada kami, pada tanggal 20 pemberitahuan unjuk rasa tidak akan diproses. Sehingga kalau ada unjuk rasa bahasanya tidak resmi atau ilegal,” ujar Mayjen Eko.

Menristek Dikti, Mohamad Nasir, ikut mengimbau agar mahasiswa tidak turun ke jalan menjelang dan para hari pelantikan Presiden nanti.

“Saya sangat senang karena tidak mau dia demo daripada ditunggangi yang tidak punya kepentingan yang sesuai dengan tujuan mahasiswa,” ujar Nasir, kemarin. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.