Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tinjau Pangkalan Di Kramat Jati, Teguh Lihat Warga Masih Antre Beli Gas
Jumat, 7 Februari 2025 19:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengunjungi pangkalan gas LPG 3 kilogram di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/2/2025) untuk memastikan distribusi bahan bakar ini lancar dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dalam tinjauan itu, Teguh masih menemukan adanya antrean warga untuk membeli LPG meskipun tidak parah.
“Sepertinya terjadi panic buying. Ada kekhawatiran sehingga membeli relatif lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan,” ujar Teguh saat ditemui di di pangkalan elpiji, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran distribusi, baik dalam hal pemantauan stok maupun harga.
Baca juga : Tidak Kena Pangkas, Anggaran Pengendali Banjir Jakarta Justru Melonjak
Teguh menambahkan, Pemprov telah mengajukan tambahan kuota LPG 3 kg untuk tahun 2025 kepada Pemerintah Pusat. Namun, Dirjen Migas hanya menyetujui pengajuan dengan jumlah yang lebih rendah, sekitar 5 persen.
Teguh menekankan, harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di Jakarta tetap mengikuti ketentuan dalam Pergub No. 4 Tahun 2015, yang ditetapkan sebesar Rp 16.000 untuk wilayah kota dan Rp 18.500 hingga Rp 19.500 untuk Kepulauan Seribu.
“Kalau di Kramat Jati tadi yang barusan kita lihat HET-nya Rp 16.000 dijual Rp 16.000 juga. Tapi kami pantau di beberapa wilayah memang ada kisaran Rp 16.000 sampai Rp 19.000 seperti itu, tapi kami sudah memantau," tambahnya.
Teguh juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah bekerja sama dalam memetakan wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan stok.
Baca juga : Alhamdulillah, Pasokan Gas 3 Kg Ke Banten Ditambah, Warga Tak Perlu Antre Lagi
"Kami sudah meminta kepada seluruh perangkat wilayah didukung oleh perangkat daerah, OPD-OPD karena sudah dipetakan, ada memang yang tidak terjadi antrean sama sekali, ada yang stoknya masih memadai, ada yang stoknya masih terbatas. Nah untuk yang terbatas dan kosong itu saya minta memang segera perangkat wilayah melaporkan bersama-sama dinas terkait untuk memetakan dan kemudian mensuplai wilayah-wilayah yang kosong tersebut." ujarnya.
Sementara itu, Plt Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra), Eliawati Suharini, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan kebutuhan LPG 3 kg di DKI Jakarta terpenuhi.
“Kami akan melakukan diskusi ulang dengan Pemerintah Pusat terhadap kuota yang ada di DKI Jakarta,” ujar Eliawati.
Terkait stok LPG 3 kg hingga bulan Ramadan, Gubernur DKI Jakarta memastikan bahwa kebutuhan gas elpiji akan tetap aman.
Baca juga : Pemerintah Berupaya Pulangkan Predator Seks Reynhard Sinaga dari Inggris
“Aman, kami selalu memantau menjelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Kami juga tim pengendali inflasi daerah melakukan stok, bukan hanya masalah LPG 3 kg, tapi juga untuk bahan-bahan sembako lainnya. Tidak berhenti kami pantau,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya