Dark/Light Mode

Ditindak Pakai Sistem ETLE

Kendaraan Picu Polusi Siap-siap Bakal Ditilang

Jumat, 14 Maret 2025 06:50 WIB
Ke­pala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto. (Foto: Instagram/dinaslhdki)
Ke­pala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto. (Foto: Instagram/dinaslhdki)

 Sebelumnya 
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hidup Hanif Faisol men­dorong kepatuhan regulasi uji emisi kendaraan demi menjaga kualitas udara di wilayah Jabo­detabek.

Hanif mengatakan, merujuk pada Pasal 28 huruf H Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, masyarakat berhak mendapatkan lingkungan hidup yang layak, yaitu menjamin kualitas udara yang bersih.

Diungkap Hanif, salah satu penyumbang polusi udara ter­besar di Jabodetabek dari sektor transportasi adalah kendaraan kategori heavy duty vehicles.

Baca juga : Tepis Pesta Pernikahan Habiskan 3,5 Miliar

“Oleh karena itu, kita perlu mendorong kepatuhan kenda­raan berat terhadap regulasi uji emisi,” kata Hanif, Rabu (12/3/2025).

Sebagai langkah konkret, Ke­menterian LH bersama Kemen­terian Perhubungan, Korlantas Polri, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Dinas Ling­kungan Hidup (LH) serta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menggelar uji emisi kendaraan berat di Kawasan Marunda, Jakarta Utara, pada Selasa (11/3/2025).

Kegiatan ini, lanjut Hanif, untuk mendorong kepatuhan pemilik kendaraan berat men­jaga ambang batas emisinya. Uji emisi ini akan terus dilakukan di kawasan industri, terminal, pelabuhan dan jalan utama. Tujuannya, mengurangi dampak polusi udara.

Baca juga : Gibran Bicara Agenda Lebaran: Sowan Ke Presiden Dulu, Baru Mudik

Hanif menekankan penting­nya kolaborasi berbagai pihak untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara di Jabodetabek.

“Kami bersama-sama akan menyusun rencana yang lebih detail dan sistematis,” ung­kapnya.

Salah satunya mengenai penegakan hukum terkait penerapan Pasal 210 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca juga : Hari Ini, Kejagung Panggil Ahok

“Denda (tilang) bukan dituju­kan kepada sopir, melainkan ke­pada pemilik kendaraan. Hal ini akan dilakukan dengan cermat agar tidak sampai mengganggu rantai pasok,” jelasnya.

Hanif memperkirakan kuali­tas udara akan menurun pada musim kemarau. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak harus bisa bergerak bersama untuk menekan polusi. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.