Dark/Light Mode

Digitalisasi Diyakini Bisa Bikin Pasar Tanah Abang Rame Pengunjung Lagi

Jumat, 22 Agustus 2025 09:06 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Magang/Alfira Dhian Ramadhani Daerlam)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Magang/Alfira Dhian Ramadhani Daerlam)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan digitalisasi merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali pasar tradisional, termasuk Pasar Tanah Abang yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar di ASEAN.

“Digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Kalau tidak dilombakan, para perbankan tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lonjakan. Dengan lomba ini, kita bisa lihat penggunaan QRIS meningkat signifikan, bahkan mencapai 47 persen,” ujar Pramono di Pasar Tanah Abang, Rabu (21/8/2025).

Ia mencontohkan saat pembukaan program digitalisasi di Pasar Santa, transaksi dengan QRIS melonjak lebih dari 40 persen. Menurutnya, langkah ini sekaligus mengurangi praktik kriminalitas seperti copet dan premanisme di pasar.

Baca juga : Obi dan Dairi Tunjukkan Jurus Tambang Ramah Lingkungan

Pramono juga menyoroti kondisi Pasar Tanah Abang. Menurutnya, pedagang perlu didorong agar pasar kembali hidup. 

“Digitalisasi salah satu faktor. Tapi kebersihan, kemudahan akses juga harus dilakukan,” kata Pramono.

Pramono juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia, OJK, dan perbankan yang aktif terlibat dalam kegiatan ini.

Baca juga : Gubernur Pramono Janji Revitalisasi Dan Evaluasi Keamanan Pasar Taman Puring

“Kolaborasi ini murah biayanya, tapi hasilnya besar. Kalau bukan karena BI dan OJK, saya tidak yakin BRI, Mandiri, BNI, BCA mau ikut lomba ini,” ujarnya.

Selain transaksi digital, lomba digitalisasi pasar juga meningkatkan jumlah pengguna NPWP. Dari sebelumnya 1.720 pedagang, kini naik menjadi 2.129.

Pramono memastikan lomba serupa akan kembali digelar tahun depan, dengan melibatkan lebih banyak pihak. 

Baca juga : Digitalisasi, Koding, AI, dan Pembelajaran Mendalam

“Kalau perlu, saya akan ajak Menteri Keuangan jadi juri. Dengan begitu, perbankan semakin aktif memberikan literasi di pasar-pasar Jakarta,” tegas Pramono.

Ia berharap digitalisasi dapat membawa manfaat nyata bagi pedagang maupun Pasar Jaya selaku pengelola. 

“Yang penting, pasar-pasar bisa memberikan kontribusi signifikan. Pertarungannya bukan lagi antar pasar, tapi bagaimana Pasar Jaya bisa memetik buah dari apa yang kita lakukan hari ini,” pungkas Pramono. (Magang/Alfira Dhian Ramadhani Daerlam)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.