Dark/Light Mode

Gubernur Pramono Jamin Tidak Cabut KJP Siswa Ikut Aksi Demonstrasi

Jumat, 29 Agustus 2025 12:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak akan mencabut bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang ikut serta dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR. 

Penegasan ini disampaikan langsung Gubernur saat merespons isu yang berkembang di masyarakat terkait sanksi terhadap pelajar penerima KJP.

"Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya Pemerintah Jakarta. Dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Baca juga : Gubernur Pramono: Lomba HANJABA 2025 Dorong Anak Jakarta Jadi Generasi Literasi

Demonstrasi yang dilakukan para pelajar memang berdampak pada aktivitas belajar-mengajar di beberapa sekolah. Menanggapi hal ini, Pemprov Jakarta memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan sistem pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Beberapa sekolah ada yang memang permintaan dari sekolah tersebut, tetapi kalau tidak ada permintaan sekolahnya bisa berjalan dengan biasa,” jelas Pramono.

Gubernur juga memastikan bahwa keputusan meliburkan siswa atau menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Baca juga : Taman Mangrove, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Laboratorium Biodiversitas

“Saya sudah berkoordinasi dengan kepala dinas (Disdik) memang ada beberapa sekolah yang meminta untuk diliburkan. Artinya melakukan work-from-home, tetapi sebenarnya hampir sebagian besar sekolah di Jakarta sekarang ini berjalan normal,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga membuka opsi pelaksanaan work from home (WFH) untuk pegawai, terutama pada hari Jumat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi situasi keamanan dan kemacetan di Jakarta.

“Jadi kalau kemudian ada usulan untuk melakukan work from home dalam kondisi hari Jumat ini, kami menyepakati memberikan persetujuan,” ungkap Gubernur.

Baca juga : Bertemu Gubernur Pramono, Ahok Bahas Normalisasi Ciliwung hingga PBB

Sebelumnya, Kepolisian berhasil mencegat sebanyak 120 pelajar yang hendak mengikuti aksi demo buruh di depan Gedung DPR/MPR/DPD  Jakarta hari ini dan diduga terprovokasi ajakan di media sosial (medsos). 

"Setidaknya pukul 08.30 WIB tadi ada 120 pelajar dicegat, dicegah, dijaga dan dilindungi niatnya karena mereka mau bergerak ke gedung DPR untuk ikut melaksanakan aksi penyampaian pendapat dalam bentuk unjuk rasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi di kawasan Gedung Parlemen di Senayan, Jakarta, Kamis. 

Sebanyak 120 pelajar tersebut diamankan di sejumlah titik oleh Polres di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok dan sekitarnya. Ade menyebutkan, Polres Kabupaten Bekasi mengamankan 48 pelajar asal Bekasi, Indramayu dan Cirebon. Lalu Polres Metro Kota Bekasi mencegah 29 pelajar yang berasal dari Cirebon dan Purwakarta. Sedangkan Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 11 pelajar dari Serang, Banten.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.