Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harus Ada Kerja Sama Dengan Daerah Penyangga
DKI Tidak Serius Atasi Banjir, Baru Sibuk Saat Musim Hujan
Sabtu, 22 Februari 2020 06:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Hujan deras yang mengguyur Jakarta, Kamis (20/2), kembali merendam puluhan RW di enam kelurahan. Ribuan warga terpaksa mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, 1.091 orang terpaksa mengungsi akibat banjir yang mengepung Ibu Kota. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Insaf merinci, jumlah pengungsi paling banyak berada di Jakarta Timur mencapai 602 jiwa. “Korban terdampak banjir di Jakarta Timur ada 187 KK (Kepala Keluarga) atau 602 jiwa,” ucapnya, kemarin.
Kemudian, 489 warga di Jakarta Barat juga terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam rumahnya. “Untuk Jakarta Barat ada 124 KK atau 489 jiwa terdampak banjir dan mengungsi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Guna menampung ribuan warga di dua wilayah itu, ada 10 titik pengungsian yang telah disiapkan Pemprov DKI. “Rinciannya, lima titik di Jakarta Barat dan lima di Jakarta Timur,” kata Insaf.
Baca juga : Punya AWR, Kementan Bisa Pantau Distribusi Pupuk sampai Potensi Panen
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini menyebut, pihaknya memaksimalkan pompa untuk menyedot air. “Jangka pendek, kita maksimalkan pompa-pompa yang deket lokasi, yang kena dampak,” ungkap Juaini.
Selain itu, untuk jangka panjang, Juaini menjelaskan penyelesaian masalah banjir juga harus dikoordinasikan dengan daerah penyangga lainnya. Pembuatan waduk di daerah Hulu juga harus dipercepat.
“Mengatasi masalah banjir harus ada kerja sama dengan daerah penyangga, misalnya program pembuatan waduk di hulu (sebagai retensi) harus dipercepat untuk mengurangi debit air yang datang dari sana,” tandasnya.
Pemprov DKI Jakarta, menurutnya, juga akan mengeruk beberapa sungai-sungai yang melintasi Jakarta. Pompa -pompa yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta juga akan dicek kembali. “Melakukan pengerukan sungai-sungai besar yang melintasi Jakarta ada 13 sungai. Kemudian pembuatan waduk-waduk yang ada di Jakarta, melakukan review ulang terhadap pompa-pompa yang ada saat ini,” janjinya.
Baca juga : Sinabang Diguncang Gempa M6,4, Tidak Berpotensi Tsunami
Ketua Komisi D DPRD Jakarta Ida Mahmudah mengatakan, Jakarta tidak memiliki anggaran khusus untuk penanganan banjir. Namun, dinas yang menangani sumber daya air Jakarta memiliki anggaran hampir Rp 3 triliun untuk banyak hal. “Secara khusus tidak dianggarkan, di dinas SDA ada hampir Rp 3 triliun untuk pembebasan lahan, pembuatan waduk, pembersihan kali, dan sebagainya,” ujarnya.
Ida menilai kecilnya anggaran banjir juga tidak salah. Namun, dia memandang Pemprov DKI Jalarta belum menunjukan keseriusan dalam menyelesaikan banjir di Jakarta.
“Ini bukan soal anggaran kecil atau tidaknya, tapi keinginan pemda untuk menyelesaikan soal banjir karena banyak permasalahan yang memang seharusnya bisa diselesaikam tidak anggaran besar,” terangnya.
Karena itu, banjir sekarang harus menjadi pelajaran berharga bagi Pemprov DKI Jakarra. Mengingat banjir 5 tahunan baru akan terjadi sekitar tahun 2022. “Ya semuanya sih aneh, tapi memang kondisinya ini pelajaran betul buat pemda untuk betul-betul ada keinginan untuk menyelesaikan banjir,” jelas Ida.
Serupa, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga juga menilai, Pemprov DKI Jakarta selalu mengulang kesalahan yang sama. Alih-alih mengatasi, program antisipasi banjir malah baru muncul saat musim penghujan.
Baca juga : Bamsoet: Pusat dan Daerah Harus Berkoordinasi Atasi Banjir Jabodetabek
“Sejak dulu Pemprov DKI Jakarta memang kurang serius mengatasi banjir, baru pada sibuk saat jelang musim hujan. Nanti setelah lewat dan masuk musim kemarau mulai mengendor, pada lupa,” ujar Nirwono. [MRA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya