Dark/Light Mode

Bongkar Tiang Monorel, Pramono Dikawal Bang Yos, KPK Dan Kejaksaan Tinggi

Rabu, 14 Januari 2026 10:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Bang Yos dan Wakajati Jakarta dan Wagub Rano Karno, emulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).  (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Bang Yos dan Wakajati Jakarta dan Wagub Rano Karno, emulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).  (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno hadir langsung di lokasi pembongkaran yang dimulai dari kawasan sekitar Stasiun LRT Setiabudi sisi timur.

Pantauan RM.id di lapangan menunjukkan area pembongkaran berada dari tiang monorel di sekitar Stasiun LRT Setiabudi, Sisi Timur yang berada tak jauh dari gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pembongkaran dilakukan dengan pendampingan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Saya hari ini bersama dengan Bang Yos, Bapak Sutiyoso, dengan Kajati Bapak Wakajati, dan juga dari KPK Bapak Tiar, melakukan penataan jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel yang sudah 21 menginjak 22 tahun," ujar Pramono di Jl. HR Rasuna Said (Stasiun LRT Setiabudi), Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Baca juga : Besok Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di HR Rasuna Said

Pramono menjelaskan proses pembongkaran memerlukan tahapan panjang dan mendapatkan dukungan penuh dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta serta KPK.

“Tentunya untuk melakukan ini prosesnya panjang, dan secara khusus saya berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta yang telah memberikan support sepenuhnya untuk melakukan penataan jalan Rasuna Said ini dan juga KPK," kata Pramono. 

Ia menegaskan sejak awal telah melaporkan rencana pembongkaran ini kepada KPK agar tidak menimbulkan persoalan hukum di masa mendatang.

“Saudara-saudara sekalian, untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya 254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan, nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestarian, diperkirakan 102 miliar rupiah," terangnya. 

Pramono menegaskan anggaran Rp100 miliar bukan untuk pemotongan tiang, melainkan untuk penataan kawasan secara menyeluruh. Ia menyebut terdapat beberapa tiang monorel yang akan dibongkar dan ditata ulang hingga ujung Jalan HR Rasuna Said.

Baca juga : Tertibkan Kawasan Hutan, Prabowo: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!

“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang," tegas Pramono. 

Ia menegaskan pembongkaran ini menjadi simbol penataan ulang Jakarta untuk memperbaiki fasilitas publik.

“Hari ini mudah-mudahan ini menjadi penanda bahwa Jakarta memang sedang menata diri untuk memperbaiki fasilitas publik yang dimiliki oleh Jakarta," katanya. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega dengan keputusan pembongkaran tersebut setelah puluhan tahun proyek monorel terbengkalai.

“Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali gitu ya dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini," ujar Sutiyoso.

Baca juga : Tinjau Tanggul NCICD Di Ancol Barat, Pramono Targetkan Solusi Banjir Rob Jakarta

Sutiyoso menceritakan latar belakang gagasan monorel yang muncul pada 2003 sebagai bagian dari perencanaan jaringan transportasi makro Jakarta.

“Jadi cerita singkatnya begini ya, pada tahun 2003 saya mulai memikirkan bagaimana menanggulangi kemacetan Jakarta," katanya. 

Ia menegaskan keputusan pembongkaran merupakan pilihan yang paling realistis meski bukan keputusan yang ideal.

“Hanya ada dua pilihan, lanjutkan atau bongkar. Nah itu saya kira sudah ditawarkan oleh Gubernur Pramono, tidak bisa melanjutkan ya dibongkar," jelas Sutiyoso.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.