Dark/Light Mode

Pelaku Usaha Kecil Di Bogor Kecipratan Berkah Lebaran

Penginapan Sederhana & Warung Kecil Laris Manis

Senin, 30 Maret 2026 06:25 WIB
Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3/2026). (Foto: Daud Fadilah/rm.id)
Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3/2026). (Foto: Daud Fadilah/rm.id)

 Sebelumnya 
Selama sehari, kami membelanjakan sekitar Rp 200 ribu untuk makan dan minum di warung, di bawah tempat kami menginap itu. 

Parkiran motor yang bertarif Rp 5 ribu per motor pun kadang penuh. Kalau sudah begitu, motor yang masuk, ditolak. Diminta mencari tempat parkir lain. 

Di warung lain, kami berempat juga makan soto mie, nasi dan minum es kelapa, dengan total sekitar Rp 100 ribu pada Senin sore itu. Malam harinya, kami makan sate ayam lontong di warung yang lain lagi. Kami membayar sekitar Rp 100 ribu. 

Keesokan harinya, sebelum kembali ke Jakarta, kami menyem patkan diri untuk makan siang, ngopi, ngeteh dan membeli air mineral di warung yang pertama kami singgahi. Lagi-lagi, kami membayar sekitar Rp 100 ribu. 

Baca juga : Setan Merah Hancurkan AS

Jika ditotal, kami berempat membelanjakan uang sekitar Rp 1.200.000 kepada para pelaku usaha kecil di Desa Ciasihan. Kami tidak sendirian. Banyak pengunjung lain yang melakukan hal serupa di kaki perbukitan ini. 

Jadi, penginapan sederhana dan warung-warung kecil milik warga setempat pun kecipratan berkah Lebaran 2026. Dengan demikian, bukan hanya tempat penginapan dan obyek wisata yang dikelola perusahaan, yang mengalap berkah Lebaran. 

Sebagai informasi, momentum Lebaran 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai beredar di masyarakat. 

Laporan terbaru NEXT Indonesia Center menunjukkan, pertumbuhan likuiditas yang signifi kan ini, mencerminkan peningkatan daya beli dan kesiapan konsumsi rumah tangga nasional. 

Baca juga : Miami Terbuka, Sabalenka Cetak Rekor ‘Sunshine Double’

Dari hasil riset NEXT Center berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah uang kartal atau uang tunai dalam bentuk kertas maupun logam yang diedarkan untuk kebutuhan jelang Lebaran 2026, mencapai Rp 1.370 triliun. 

“Angka tersebut lebih tinggi 10,4 persen, atau naik Rp 130 triliun dibandingkan menjelang Lebaran 2025 yang hanya Rp 1.240 triliun,” ujar Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026). 

Ade menambahkan, jumlah uang tunai yang beredar pada Lebaran tahun ini, mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir. “Lebaran 2026 adalah momentum emas. Kita sedang menyaksikan mesin ekonomi domestik bekerja pada kapasitas optimal,” ucapnya. 

Menurutnya, kenaikan pertumbuhan uang kartal atau uang tunai jelang Lebaran, mencerminkan resiliensi ekonomi nasional, sekaligus menjadi bukti penguatan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput. 

Baca juga : Pakistan Dorong RI Jadi Motor Transformasi D-8

Ada pun aspek menarik lainnya, jelas Ade, terlihat dari jumlah uang yang berada langsung di kantong masyarakat (di luar kas perbankan). 

Menjelang Lebaran 2026, dana siap belanja tercatat mencapai Rp 1.241 triliun. Naik Rp 104 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.137 triliun. 

“Hal ini menjadi modalitas ekonomi daerah yang sangat kuat. Tambahan uang tunai sebesar Rp 104 triliun yang dipegang masyarakat, merupakan likuiditas segar yang siap memutar roda ekonomi di berbagai daerah,” Terang Ade. [DAF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.