Dark/Light Mode

Kejar Target 50 Besar Kota Global di 2030, Jakarta Genjot SDM dan Layanan Dasar

Jumat, 10 Juli 2026 18:58 WIB
Diskusi Aktivis Jakarta bertema Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global di Balai Kota DKI, Jumat (10/7/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Diskusi Aktivis Jakarta bertema Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global di Balai Kota DKI, Jumat (10/7/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan, persaingan ibu kota kini bukan lagi dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan kota-kota besar dunia.

Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan layanan dasar menjadi fokus utama untuk mewujudkan target Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2030.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus dimulai dari penguatan kualitas SDM.

Pemprov DKI, kata dia, terus memperluas akses pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga berbagai program beasiswa.

Baca juga : Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM Binaan Pertamina

"Jakarta kini tidak lagi bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, tetapi harus mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia," ujar Chico dalam diskusi Sersan (Serius Tapi Santai) Aktivis Jakarta bertema Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global di Balai Kota DKI, Jumat (10/7/2026).

Tidak hanya SDM, layanan dasar juga menjadi perhatian. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta kini telah mencapai 82 persen atau sekitar 1,2 juta sambungan rumah yang melayani hampir 9 juta penduduk.

Menurut Arief, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemprov DKI, mulai dari percepatan perizinan hingga penguatan regulasi yang mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.

"Ketika dukungannya bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga berupa regulasi dan kebijakan yang konkret, percepatan layanan bisa berjalan lebih optimal," katanya.

Baca juga : Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Jakarta Lebih Unggul dari Washington D.C

Arief optimistis target layanan air bersih yang lebih luas dapat segera tercapai.

"Saat ini cakupannya sudah 82 persen. Kami akan terus mempercepat agar seluruh warga Jakarta dapat menikmati layanan air minum perpipaan," ujarnya.

Sementara itu, Pemerhati Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto (SGY) mengingatkan, predikat kota global tidak cukup hanya ditopang gedung pencakar langit atau infrastruktur megah.

Menurutnya, indikator kota global juga ditentukan kualitas layanan air bersih, sanitasi, transportasi, pengelolaan lingkungan, inovasi, hingga kualitas SDM.

Baca juga : Pemprov DKI Didorong Kebut Penataan Permukiman Kumuh

"Persoalan kota global bukan hanya soal pembangunan fisik. Semua pihak harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat," katanya.

Menurutnya, target masuk 50 besar kota global pada 2030 bukan sesuatu yang mustahil. Tetapi seluruh sektor harus bergerak lebih cepat dan saling mendukung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.