Dark/Light Mode

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Dipatok Rp 5 Ribu Usai Diresmikan

Kamis, 3 September 2026 16:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal memberlakukan tarif flat sebesar Rp5.000 untuk layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai selama satu hingga dua bulan pertama pasca-peresmian resmi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, skema tarif awal tersebut disiapkan sebagai langkah sosialisasi guna menarik minat masyarakat mencoba moda transportasi masal tersebut, sekaligus mengukur respons penumpang sebelum tarif permanen ditetapkan.

"Begitu nanti sudah diresmikan, maka akan diterapkan tarif 5.000 flat selama 1-2 bulan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Baca juga : Warga Jakarta Bisa Hubungi Layanan Darurat 112 Untuk Pasokan Air Bersih Gratis

Sebelum peresmian resmi digelar, Pemprov DKI Jakarta bahkan memberlakukan tarif uji coba sebesar Rp8 per penumpang. Kebijakan ini diterapkan sembari menyelesaikan pekerjaan infrastruktur pendukung di area bawah lintasan.

"Kemarin kami sudah rapat dan sudah saya putuskan sampai dengan hari-H peresmian, maka kita akan menerapkan tarif 8 perak rupiah. Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan persiapan penyelesaian hal-hal yang belum selesai, terutama bukan di lintasan LRT-nya, tetapi di bawah," jelasnya.

Lewat penerapaan tarif terjangkau ini, Pemprov DKI memproyeksikan lonjakan pengguna harian baru yang signifikan pada koridor Kelapa Gading hingga Manggarai.

Baca juga : Giant Sea Wall Jakarta: Rencana Panjang Tanggul & Anggaran Proyek

"Saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40.000 pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai," kata Pramono.

Setelah masa promosi satu hingga dua bulan berakhir, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi besaran tarif akhir agar tetap terjangkau bagi publik tanpa membebani alokasi subsidi daerah.

"Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.